Keberadaan Aung San Suu Kyi Misteri

Kberadaan Presiden terpilih Myanmar Aung San Suu Kyi yang dikudeta rezim junta militer Feb. 20221 misteri. Tiak diketahui apakah ia masih hidup atau sudah mati. foto: VoI)

JAKARTA –  (KBKNEWS) – 15/7 – KEBERADAAN pemimpin Myanmar yang dikudeta militer dan juga peraih hadiah Nobel perdamaian, Aung San Suu Kyi, hingga kini masih menjadi misteri.

Pemimpin junta militer Myanmar Aung Ming Hlaing menggulingkan pemerintahan yang sah pada Februari 2021. Mereka juga menculik presiden, Suu Kyi, termasuk para sekutu dekatnya.

Kekhawatiran itu, seperti dilaporkan CNNI (15/7) kian memuncak bagi anak Suu Kyi, Kim Aris, usai anjing peliharaannya Taichito mati pada Juni lalu di bekas rumahnya di Yangon.

“Saya rasa dia (Taichito) adalah hadiah terbaik yang pernah saya berikan pada ibu. Dia sangat setia kepadanya,” kata Aris, dikutip The Economist, Senin (13/7).

Taichito merupakan hadiah dari Aris usai Suu Kyi bebas dari penjara pada 2010 atas tuduhan memicu pembantaian di Depayin.

Sejak saat itu, Taichito selalu mengikuti tuannya. Namun saat Suu Kyi ditahan pada 2021, militer tak mengizinkan anjingnya ikut serta.

Dalam beberapa bulan terakhir, Kim Aris berkeliling dunia mendesak kepala negara menyerukan militer Myanmar memberi “bukti keberadaan” ibunya.

Suu Kyi terakhir muncul dalam sidang yang direkayasa oleh pihak militer pada akhir 2022. Sejak itu, militer menolak permintaan pengacaranya untuk menemui Suu Kyi. Di kesempatan terpisah, Aris sempat menduga sang ibu meninggal.

Menurut dia, Suu Kyi memiliki sederet masalah kesehatan seperti tulang, gigi, gusi, dan jantung. Namun, Aris tak mengetahui pasti kondisi sebenarnya dan hanya menerima laporan secara insidentil.

Usianya yang kini menginjak 81 tahun dan riwayat penyakit yang diderita membuat Suu Kyi sulit bertahan dalam kondisi ekstrem di bawah aengawasan ketat pihak militer

Aris menyakini ibunya ditahan di Naypyitaw. Dalam surat terakhir yang diterima dua tahun lalu, Suu Kyi mengeluh suhu ekstrem di sel selama bulan-bulan musim panas dan musim dingin.

“Dia punya masalah kesehatan yang berkelanjutan. Tidak ada yang melihatnya selama lebih dari dua tahun,” kata Aris pada Desember tahun lalu, dikutip Reuters.

“Dia tidak diizinkan untuk berhubungan dengan tim pengacaranya, apalagi keluarganya. Sejauh yang saya tahu, dia mungkin sudah meninggal,” imbuh dia.

Aris menduga Aung Hlaing punya agenda politik khusus untuk memanfaatkan Suu Kyi.

“Jika dia memang ingin menggunakan ibu saya untuk mencoba menenangkan masyarakat umum sebelum atau sesudah pemilihan umum, baik dengan membebaskannya atau menempatkannya dalam tahanan rumah, setidaknya itu akan menjadi sesuatu yang baik,”kata dia.

Aung Hlaing menggelar pemilu pada Februari lalu. Sebelum dan sesudah pemilihan umum yang penuh dengan rekayasa itu Suu Kyi tak pernah muncul ke hadapan publik.
(CNNI/The Economist/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here