Media Asing Sorot Pengunduran Diri Nanik Deyang

Pengunduran diri Nanik S deyang sebagai kepala BGN menjadi sorotan media asing (foto: kompas.com)

MUNDURNYA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, setelah hanya menjabat sekitar 45 hari menjadi perhatian sejumlah media internasional.

Reuters, Associated Press (AP), dan Channel News Asia (CNA) menyoroti pengunduran diri tersebut dari sudut pandang yang berbeda, mulai dari alasan kesehatan, dampaknya terhadap program Makan Bergizi Gratis, hingga reformasi yang sempat dijalankan Nanik selama memimpin lembaga tersebut.

Adapun Nanik mengundurkan diri pada Rabu (22/7) dengan alasan harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Ia digantikan oleh Wamen Pertanian Sudaryono sebagai Kepala BGN.

Reuters dalam artikel berjudul “Chief of Indonesia’s troubled free meals agency resigns on health grounds” melaporkan bahwa pengunduran diri Nanik dari BGN terjadi saat lembaga tersebut sedang menghadapi persoalan.

Menurut media tersebut, BGN saat ini sedang dihadapkan dengan pemangkasan anggaran, penyelidikan pidana, tantangan logistik, kekhawatiran terhadap kualitas makanan, hingga sejumlah kasus keracunan massal sejak program Makan Bergizi Gratis diluncurkan pada Januari 2025.

Reuters juga menekankan bahwa pendahulu Nanik telah diberhentikan Presiden Prabowo Subianto dan kemudian ditangkap dalam kasus dugaan korupsi terkait program bernilai miliaran dollar tersebut.

Dalam laporannya, media asal Inggris ini mengutip pernyataan Nanik di Facebook yang menyebut bahwa dokter memperingatkan arteri jantungnya mengalami penyumbatan akibat stres yang sangat berat.

Nanik juga mengungkapkan bahwa Prabowo menyetujui pengunduran dirinya dan berencana membentuk dewan pengawas BGN, dengan dirinya diminta memimpin lembaga tersebut.
Soroti pemangasan anggaran
Reuters turut menggarisbawahi bahwa anggaran program kembali dipangkas menjadi Rp 229 triliun dari sebelumnya Rp 268 triliun untuk 2026.

Nilai tersebut sudah lebih dari Rp 100 triliun lebih rendah dibanding alokasi awal sebesar Rp 335 triliun, sementara pemangkasan lanjutan masih dimungkinkan.

Sementara itu Associated Press menyoroti masa jabatan Nanik yang sangat singkat.
Dalam artikelnya berjudul “Troubled Indonesian nutrition agency loses second chief in two months”, AP menyoroti singkatnya masa kepemimpinan Nanik yang hanya berlangsung 45 hari setelah menggantikan kepala BGN sebelumnya.

AP menilai kepergian Nanik membuat masa depan program Makan Bergizi Gratis kembali dipertanyakan.

Media tersebut mengingatkan bahwa program unggulan Prabowo sejak awal menuai kritik karena biaya yang sangat besar, kasus keracunan makanan di sekolah, serta dugaan korupsi.

Selain itu, AP menyoroti langkah pemerintah selama masa kepemimpinan Nanik yang memangkas anggaran tahunan program tersebut.

AP juga menilai pengunduran diri tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan program makan bergizi gratis yang membutuhkan pengelolaan berskala besar.

Media Malaysia, The Star, turut menyoroti pergantian kepemimpinan terbaru di BGN.
Dalam laporannya, The Star menggambarkan mundurnya Nanik sebagai fresh leadership shake-up atau perubahan kepemimpinan terbaru di lembaga yang mengawasi program makan gratis unggulan Prabowo.

The Star juga menekankan bahwa pengunduran diri tersebut merupakan perubahan kepemimpinan kedua di lembaga tersebut dalam waktu sekitar satu bulan lebih.
Nanik disebut mundur dengan alasan kesehatan, di tengah perjalanan program MBG yang menghadapi berbagai tantangan.

Sorotan tersebut memperlihatkan bahwa pergantian kepemimpinan BGN tidak hanya menjadi perhatian di dalam negeri, tetapi juga mendapat perhatian media internasional.
Pemangkasan anggaran dan korupsi

Sementara itu, Nikkei Asia mengangkat pengunduran diri Nanik dalam konteks persoalan yang lebih luas di sekitar program makan bergizi gratis.
Nikkei Asia menyoroti pemangkasan anggaran dan kasus korupsi yang menjadi bagian dari dinamika program tersebut.

Meski demikian, alasan resmi yang disampaikan Nanik untuk mengundurkan diri adalah kondisi kesehatan.

Pergantian kepemimpinan BGN menjadi perhatian karena terjadi dalam waktu relatif singkat.

Sebelum Nanik menjabat, posisi Kepala BGN dipegang Dadan Hindayana. Nanik kemudian dilantik sebagai penggantinya pada awal Juni 2026.

Namun, sekitar 45 hari setelah menjabat, Nanik menyatakan mengundurkan diri dengan alasan kesehatan.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN dan akan dilantik Rabu sore ini. (kompas.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here