Serang-Beberapa daerah di Indonesia masih banyak warga yang buta huruf. Seperti di Serang, Banten,jumlah warga yang buta aksara masih mencapai sekitar 750 jiwa.Mereka rata-rata orang tua yang dulunya tidak bersekolah.
Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang Nursalim mengatakan, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 4-5 tahun lalu jumlah buta aksara di Kota Serang mencapai 3.000 jiwa, kemudian setiap tahun Pemkot Serang mengentaskan sebanyak 750 jiwa sampai tahun kemarin.
“Sisanya pada 2015 sekitar 750 jiwa, dan 2016 kami terus berupaya untuk menuntaskan sisanya itu. Jumlah tersebut tersebar di Kota Serang, jadi tidak ada kantong buta aksara,” katanya, seperti dilansir KB Jumat (19/8).
Penanganan buta aksara sendiri, kata Nursalim, dibagi dua macam yaitu buta aksara dasar dan buta aksara lanjutan.
Buta aksara dasar yaitu yang sama sekali belum bisa membaca dan belum tersentuh pembelajaran membaca, kemudian diperkenalkan pada aksara dan diajari membaca.
Sementara, butaaksara lanjutan yaitu yang sebelumnya buta aksara, namun sudah diajari membaca dan sudah dapatmembaca, mereka kemudian terus dilatih dan dibiasakan membaca sampai lancar, sehingga tidak lupadengan apa yang sudah diajarkan.
“Untuk program buta aksara lanjutan, disamping program pemberdayaan dengan ketrampilan, jugamembudayakan program membaca, di PKBM itu program tambahan untuk memperkuat belarjar membaca bagi peserta belajar buta aksara,” ujarnya.




