Indonesia Beli 12 Unit Pesawat Latih Leonardo, Italia

Indonesia memesan 12 unit pesawat latih/ serang riingan Itaia Leonardo M-346 untuk pengiriman 2030 (foto: Kompas.com).

JAKARTA – (KBKNEWS) – 23/7 – INDONESIA memesan 12 pesawat tempur ringan M-346 F “Block 20” dari perusahaan dirgantara Italia, Leonardo.

Kabar tersebut seperti dilaporkan Kompas.com (23/7) disampaikan pihak perusahaan Leonardo bersama mitra lokalnya, PT ESystem Solutions Indonesia, Selasa (21/7).

Menurut keterangan Leonardo yang dikutip oleh New Straits Times, M-346 akan berfungsi ganda sebagai platform tempur multi-peran sekaligus pesawat latih lanjutan bagi pilot TNI-AU. Pengiriman pertama dijadwalkan mulai dilakukan pada 2030.

Leonardo tidak mengungkap nilai kontrak M-346 untuk Indonesia. Namun, media Eropa melaporkan bahwa pesanan Austria untuk 12 pesawat M-346 pada akhir 2025 bernilai sekitar 1,5 miliar euro (sekitar Rp 30 triliun).

Perusahaan Italia itu menyebut lebih dari 170 unit M-346 telah dipesan oleh berbagai negara. Dengan kontrak terbaru ini, Indonesia akan menjadi negara ke-23 yang mengoperasikan pesawat tersebut.

Pesawat tempur ringan produksi Lenoardo asal Italia, M-346 F, yang sedang dipesan oleh Indonesia.(Leonardo.com) M-346 awalnya dikembangkan sebagai pesawat latih generasi baru.

Namun, varian M-346FA kini juga digunakan sebagai pesawat serang ringan yang mampu membawa amunisi berpemandu presisi, rudal udara-ke-udara, serta pod senjata.

Pesawat bermesin ganda dengan konfigurasi dua kursi tandem ini memiliki kecepatan mendekati Mach 0,95 dan dilengkapi avionik modern serta kokpit digital.

Sejumlah negara seperti Italia, Israel, Singapura, Polandia, dan Qatar telah mengoperasikan M-346 untuk pelatihan pilot pesawat tempur modern, sedangkan Polandia, misalnya, menggunakan M-346 untuk melatih pilot yang akan beralih ke F-35 dan F-16, sementara Israel mengoperasikannya dengan nama M-346 Lavi.

Leonardo menyatakan, varian tempur M-346 menawarkan keseimbangan antara efektivitas pelatihan dan fleksibilitas operasional, dengan biaya operasi dan perawatan yang lebih rendah dibandingkan jet tempur berat.

TNI-AU mengoperasikan pesawat tempur ringan/latih dari Inggeris jenis HS Hawk Mk53 (sudah dipensiunkan) , HS Hawk Mk109 dan Mk209 serta KT 50i Golden Eagle.

Selain kontrak pesawat tempur ringan, Indonesia juga menandatangani letter of intent untuk membeli helikopter multi-peran buatan Itali AW149 bagi TNI-AL.

Helikopter tersebut direncanakan digunakan untuk misi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR) serta tugas perlindungan sipil.

Pengadaan M-346 dan rencana pembelian AW149 menambah daftar modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, setelah pembelian 42 jet Rafale dari Dassault Aviation, pada 2022 dengan bernilai 8,1 miliar dollar AS (sekitar Rp 144 triliun).

Menurut catatan, selain pesawat tempur ringan tersebut, TNI-AL juga mendapat hibah kapal induk seken dari Italia,  INS Giuseppe Garibaldi yang diharapkan akan tiba di tanah air September mendatang. (Kompas.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here