JAKARTA, KBKNEWS.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara terkait temuan 995 pucuk senjata dan narkoba di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Pramono mengaku terkejut dengan temuan tersebut. Ia menegaskan bahwa lingkungan sekolah tidak seharusnya menjadi tempat penyimpanan senjata api.
“Sangat tidak boleh, karena di dunia pendidikan, yang seperti ini tidak boleh terjadi,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Pemprov DKI Jakarta, lanjut Pramono, mendukung langkah tegas aparat dalam menangani kasus tersebut. Temuan senjata itu kini telah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk ditindaklanjuti.
“Pemerintah DKI memberikan dukungan sepenuhnya untuk diambil tindakan yang setegas-tegasnya untuk persoalan ini,” ujarnya.
Di sisi lain, kuasa eks Ketua Yayasan sekolah berinisial IWD, Alhadid Endar Putra, menyatakan ratusan senjata yang ditemukan tersebut legal dan diperuntukkan bagi kegiatan ekstrakurikuler menembak serta memanah.
Menurut Alhadid, senjata-senjata itu telah berada di salah satu ruangan sekolah sejak 2021 dan keberadaannya diketahui oleh pembina yayasan.
Senjata tersebut disebut disiapkan untuk mendukung kegiatan perlombaan, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) dan South East Asia Shooting Association (SEASA).
Meski demikian, temuan ratusan senjata tersebut tetap menjadi perhatian serius karena berada di lingkungan sekolah. Pemprov DKI menyerahkan penanganan lebih lanjut kepada kepolisian.





