
JAKARTA – (KBKNEWS) – 8/8 – TIGA negara Islam atau mayoritas penduduknya beragama Islam: Arab Saudi, Pakistan, dan Turki meneken pakta pertahanan untuk membentengi mereka dari serangan pihak lain.
Pakta tersebut diumumkan dalam pertemuan antara Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di kota suci Mekkah, Arab Saudi, Jumat (7/8).
Poin terpenting dari naskah Pakta Pertahanan ketiga negara tersebut yakni “Serangan terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya” yang mirip dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pimpinan Amerika Serikat beranggotakan 32 negara.
Kesepakatan serupa NATO ini dibuat saat Saudi menghadapi ancaman di berbagai front, mulai dari kelompok milisi Yaman hingga milisi Irak dan juga Iran.
Dalam pernyataan bersama, ketiga negara menyatakan pakta ini ‘bertujuan memperkuat pencegahan kolektif terhadap setiap aksi agresi’ serta meningkatkan kerja sama pertahanan di semua aspek.
Perjanjian ini ditandatangani pada Jumat (7/8) di Mekah, kota suci umat Islam yang menyimbolkan politik dan agama ketiga negara, usai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan PM Pakistan Shehbaz Sharif bertemu.
Dilansir dari CNN, pakta pertahanan ini pada dasarnya memberi lapisan perlindungan baru bagi Arab Saudi di luar kemitraannya dengan Amerika Serikat (AS).
Konflik AS dengan Iran saat ini dianggap telah membahayakan Saudi, sehinga negara ini meragukan keandalan Washington untuk melindungi sekutu-sekutunya di Teluk.
Tak heran, Saudi mengambil langkah untuk memperkuat daya penggentaranya dengan menghadirkan front militer yang dipimpin kelompok Sunni.
Berbatasan dengan Iran
Sementara itu Pakistan dan Turki masing-masing berbatasan dengan Iran dan memiliki alasan kuat untuk mencegah konflik Timur Tengah memburuk.
Pakistan mengelola populasi Syiah yang cukup besar, sementara Turki memiliki kekhawatiran yang sama dengan Iran atas separatisme Kurdi.
Iran baru-baru ini mengancam akan menargetkan fasilitas energi di negara-negara Arab apabila AS menyerang fasilitas yang sama di Iran.
Beberapa pejabat Teluk mengatakan, ancaman ini sangat serius dibandingkan ancaman Iran sebelum-sebelumnya. Oleh sebab itu, negara-negara Teluk cemas Iran akan benar-benar menyerang mereka.
Pakta Saudi, Turki, dan Pakistan berfungsi sebagai peringatan bagi Iran untuk tidak macam-macam dengan Saudi.
Dengan terbentunya pakta pertahanan tersebut serangan besar terhadap Riyadh, akan menyeret Pakistan dan Turki ke dalam pusaran konflik dan secara dramatis memperluas perang. (CNNI/ns).




