China Gelar Latihan Militer di LCS

China gelar latihan laut dan udara di dekat Scarborough Shoa, wilayah sengketa antara China dan Filipina di Laut China Selatan . (foto: Kompas.com)

JAKARTA – (KBKNEWS) 4/8 – CHINA baru-baru ini menggelar latihan laut dan udara  di wilayah Laut China Selatan (LCS), dekat perairan Indonesia.

Latihan yang berlagsung Sabtu (1/8) , seperti dilansir CNNI Senin (4/8),  dipusatkan di sekitar kawasan Scarborough Shoal, yang terletak di perairan sengketa Laut China Selatan (LCS) antara China dan Filipina.

Menurut laporan stasiun TV pemerintah China CCTV, latihan yang berlangsung di perairan dekat tetangga RI ini dilakukan untuk menguji kemampuan angkatan darat untuk mengoordinasikan operasi udara dan laut serta untuk memberikan bala bantuan dengan cepat.

Dilansir dari Associated Press, latihan ini dilakukan setelah Beijing mengkritik upaya Manila untuk memperluas haknya atas dasar laut di LCS.

Awal pekan ini, Filipina mengajukan permohonan kepada PBB untuk memperluas dasar lautnya hingga mencakup Panatag Shoal, sebutan Filipina untuk Scarborough Shoal.

China menyebut permohonan tersebut tidak sah karena wilayah yang hendak diklaim Filipina merupakan Huangyan Dao, sebutan China untuk Scarborough Shoal yang diklaimnya.

“Garis pangkal laut teritorial Huangyan Dao yang ditetapkan oleh pihak Filipina adalah ilegal dan tidak sah,” demikian pernyataan Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat.

Bikin regulasi

Selain melakukan latihan militer, China pada Sabtu juga merilis seperangkat peraturan untuk cagar alam yang didirikan tahun lalu di sekitar Scarborough Shoal.

Peraturan tersebut melarang penangkapan ikan, penambangan, dan pengambilan karang tanpa izin.

Coast guard China sering terlibat bentrok dengan angkatan laut dan nelayan Filipina di LCS. Pekan lalu, tiga bentrokan terjadi, di mana salah satu insiden diduga melibatkan kekerasan oleh satua Coast Guard Beijing.

Seorang personel angkatan laut Filipina terluka karena diduga dipukul kepalanya menggunakan pentungan oleh coast guard China saat mencoba menghentikan aksi coast guard mendekati dan merekam kapal militer Filipina di LCS, tepatnya di Second Thomas Shoal.

China mengeklaim hampir seluruh perairan Laut China Selatan yang luasnya sekitar dua juta Km2 di kawasan di dalam sembilan garis putus-putus (nine-dash line) sampai ke perairan Natuna utara yang disebutnya sebagai wilayah operasi nelayan tradisionalnya walau klaim tersebut tidak diakui PBB.

Aktivitas China di LCS mau-mau tidak mau harus terus dipantau dan dimitigasi dengan lebih menggiatkan patroli laut dan udara atau memperkuat armada TNI-AL untuk menjaga kedaulatan wilayah /NKRI dari berbagai kemungkinan. (cnni/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here