
JAKARTA – (KBKNEWS) – 15/8 – IRAN membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berulang kali menyebutkan kemampuan militer Iran sudah nyaris lumpuh setelah dibombardir dari laut dan udara oleh koalisi negaranya dan Israel.
Teheran menegaskan, 75 persen kemampuan rudal dan drone mereka masih utuh dan siap diluncurkan, meskipun negara itu telah dibombardir besar-besaran AS dan Israel beberapa bulan terakhir.
“Lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone Iran masih utuh dan siap,” ujar Wakil Komandan Militer Iran, Brigjen Ali Reza Sheikh dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA dan Middle East Monitor, Jumat (14/8).
Dia bahkan menggambarkan bahwa sistem drone Iran sebagai sesuatu yang telah menjadi “mimpi buruk bagi musuh”.
Pernyataan Reza Sheikh ini tampaknya dilontarkan untuk menegaskan kemampuan Teheran untuk terus menggunakan sistem tempurnya, meskipun dihujani bmbardemen AS dan Tel Aviv beberapa bulan terakhir.
Trump, dalam pernyataan yang disampaikan pada Juni lalu, seperti dilansir Anadolu Agency, menyebutkan, Iran telah kehilangan sebagian besar kapasitas produksi rudal dan drone mereka.
Trump bahkan mengklaim jika Teheran hanya memiliki sisa sekitar 21-22 persen dari persediaan rudal mereka sebelumnya.
“Sebagian besar pabrik drone telah dilumpuhkan, sebagian besar landasan peluncuran telah dilumpuhkan, dan sebagian besar area produksi rudal telah dilumpuhkan,” kata Trump pada NBC News.
“Mereka (Iran-red) masih memiliki kapasitas. Mereka memiliki sejumlah rudal, mereka memiliki sejumlah drone,” sebutnya.
“Saya perkirakan dalam persentase, mungkin sekitar 21-22 persen dari rudal mereka. Itu jumlah rudal yang banyak, tetapi tidak sebanyak saat kita pertama kali menyerang,” klaim Presiden AS tersebut.
Nuklir Iran,Tak jadi prioritas
Lebih lanjut, Wapres AS JD Vance mengatakan, program nuklir Iran kini tidak lagi menjadi prioritas utama AS dalam perang. Vance menyebut bahwa menurunkan harga bahan bakar untuk konsumen Amerika kini menjadi prioritas utama AS.
“Saya mengetahui bahwa harga minyak turun hari ini dan jauh lebih rendah dibandingkan saat mencapai puncaknya di awal konflik,” ucap Vance kepada media Fox News, seperti dilansir AFP.
“Itu menjadi tujuan nomor satu — menjaga harga minyak dan gas tetap murah bagi warga Amerika di seluruh penjuru negara kita,” kata Wapres AS tersebut.
“Kemudian, tentu saja, tujuan nomor dua adalah memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir,” cetusnya.
Perang kata-kata antara petinggi AS dan Iran tak kalah serunya dengan saling serang secara militer yang membuat terwujudnya perdamaian masih jauh “panggang dari api” (kompas.com/AFP/NBC/ns)




