JAKARTA, KBKNEWS.id — Dompet Dhuafa mengerahkan tim respons cepat guna memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Seperti diketahui, 68 orang teridentifikasi meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.
Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menyampaikan bahwa guncangan gempa berskala besar tersebut menimbulkan dampak kerusakan masif serta korban jiwa dan luka-luka yang signifikan di wilayah terdampak.
“Bencana ini, kekuatan gempa magnitudo 7,7 sebenarnya adalah sebuah bencana yang termasuk kategori gempa yang sangat keras. Dampaknya kalau di perkotaan akan sangat fatal,” kata Ahmad Juwaini di Kantor Dompet Dhuafa, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Dia menjelaskan timnya siap membersamai penyintas bencana. Tak hanya sehari-dua hari, Dompet Dhuafa siap membersamai hingga pulih kembali.
“Bagaimanapun juga, kita perlu membantu dan menolong. Karena itu Dompet Dhuafa sejak hari pertama sudah langsung merespons dengan mengirimkan bantuan reaksi cepat untuk menangani situasi darurat,” ujar Ahmad Juwaini.
Ahmad Juwaini menegaskan bahwa fokus utama pada fase awal penanganan darurat adalah penyelamatan nyawa korban yang tertimpa reruntuhan material bangunan.
“Prioritas awalnya pasti nomor satu menyelamatkan nyawa. Karena di pukulan atau hempasan pertama dari gempa itu ada yang tertimpa atau terhimpit bangunan dan benda-benda. Kita melakukan upaya pertolongan, evakuasi, dan tindakan yang memungkinkan korban masih bisa diselamatkan karena masa kritisnya dalam hitungan jam,” imbuhnya.
Hingga saat ini, proses asesmen dan penyaluran bantuan darurat masih terus dilakukan bersama tim relawan di lapangan guna mempercepat penanganan warga terdampak dan para pengungsi.
Sementara itu, Kepala DMC Dompet Dhuafa Shifa Qudus menjelaskan timnya sudah diterjunkan. Tim juga membawa bantuan untuk para penyintas. “SOP kami bantuan sudah tersedia di lokasi kurang dari 24 jam,” katanya.
Sebelumnya, gempa mengguncang NTT, Jumat (15/8/2026) dini hari. Gempa tersebut merusak fasilitas umum, masjid hingga sekolah.





