Puncak El Nino Diprediksi Desember 2026 atau Januari 2027

Puncak El Nino diperkirakan Des. '26 atau Jan. '27. Suhu sejumlah dekati 40 derajat C. waspada gangguan penyakit terutama pada anak wilayah (ilustrasi: BMKG)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 19/8 – BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan berpuncak pada Desember tahun ini atau di Januari 2027.

BMKG juga memprediksi bahwa situasi kali ini berpeluang signifikan dapat melebihi kategori El Nino kuat.

“Monitoring suhu permukaan laut di Pasifik telah menunjukkan indeks Nino 3.4,yang menyatakan kekuatan El Nino yang telah melebihi threshold kategori kuat, yaitu di atas 1,5°C, saat ini lebih dari 1,56°C,” kata Ardhasena beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa dalam situasi El Nino ini, anak-anak berposisi sebagai kelompok rentan.

Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, dr Darmawan Budi Setyanto, SpA, Subsp Respi(K) mengatakan hal ini dikarenakan sistem imun tubuh pada anak belum matang dan berkembang, sehingga membuatnya lebih lemah daripada orang dewasa.

“Makin besar anaknya, remaja ini tentu sudah mendekati dewasa, sehingga tidak terlalu terdampak. Tapi, makin muda usia, makin rentan,” kata dr Darmawan.

“Lalu pada anak-anak yang lebih kecil, laju napasnya lebih tinggi, respiratory rate-nya dan juga metabolismenya lebih tinggi, sehingga anak itu menghirup lebih banyak udara dibandingkan rasio-nya dengan berat badannya berpotensi terpajar lebih banyak polutan dibandingkan orang dewasa,” sambungnya.

Anak-anak, lanjut dr Darmawan juga belum bisa dengan sempurna mengatur suhu tubuh secara efisien, akibatnya risiko dehidrasi dan heatstroke menjadi lebih tinggi.

Sejumlah masalah kesehatan yang bisa berdampak ke anak, di antaranya: Diare dan penyakit bawaan air (waterborne disease), pneumonia, dehidrasi, demam berdarah dan malaria

Suhu di Atas 35 Derajat C
SEJUMLAH wilayah di Indonesia mencatat suhu maksimum di atas 35 derajat celsius dalam beberapa waktu terakhir di tengah meluasnya musim kemarau dan menguatnya fenomena El Nino.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu maksimum tertinggi mencapai 38 derajat celsius.

Berdasarkan data BMKG periode 17 Agustus pukul 07.00 WIB hingga 18 Agustus pukul 07.00 WIB, suhu tertinggi tercatat di Stasiun Geofisika (Stageof) Lampung Utara, Kotabumi, Lampung.

Sementara itu, posisi kedua ditempati Stasiun Meteorologi (Stamet) Nanga Pinoh, Melawi, Kalimantan Barat, dengan suhu maksimum 36,8 derajat celsius. Suhu yang sama juga tercatat di Stamet Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

BMKG menyebut kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia saat ini masih didominasi cuaca panas dan relatif kering. Hal tersebut seiring dengan semakin luasnya wilayah yang memasuki musim kemarau.

Pada Dasarian I Agustus 2026, sebanyak 535 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Selain musim kemarau yang meluas, BMKG juga mencatat indikasi El Nino mulai masuk kategori kuat. Hal ini ditandai dengan anomali suhu muka laut di wilayah Samudra Pasifik tengah dan timur atau Nino 3.4 yang berada di atas +2 derajat celsius.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan curah hujan berkurang dan musim kemarau menjadi lebih kering.

Kondisi semakin diperkuat oleh fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Indeks IOD tercatat berada di angka 0,63 yang menunjukkan adanya kecenderungan pergerakan suplai uap air dari wilayah Indonesia bagian barat menuju pesisir timur Afrika.

Kombinasi El Nino dan IOD positif tersebut berpotensi membuat musim kemarau di Indonesia lebih kering dari kondisi normal.

10 Wilayah dengan Suhu Tertinggi
Berikut 10 stasiun BMKG yang mencatat suhu maksimum tertinggi pada periode 17-18 Agustus 2026:
1. Stageof Lampung Utara, Kotabumi, Lampung: 38 derajat celsius.
2. Stamet Nanga Pinoh, Melawi, Kalimantan Barat: 36,8 derajat celsius.
3. Stamet Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah: 36,8 derajat celsius.
4. Stamet Mutiara Sis-Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah: 36,7 derajat celsius.
5. Stamet Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan: 36,6 derajat celsius.
6. Stamet Beringin, Barito, Kalimantan Tengah: 36,4 derajat celsius.
7. Staklim Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan: 36,4 derajat celsius.
8. Stamet Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan: 36,1 derajat celsius.
9. Stamet H. As. Hanandjoeddin, Tanjungpandan, Kepulauan Bangka Belitung: 36,1 derajat celsius.
10. Stamet Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur: 36,0 derajat celsius.
Waspada dan waspada serta lakukan tindakan mitigasi untuk menekan risiko bencana. (detik.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here