China Tunda Misi Cari Sumber Air di Bulan

China tunda misi pencarian sumber air beku yang diperkirakan ada 600 juta ton di Bulan. (ilustrasi: BBC)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 24/8  – Badan Antariksa China menangguhkan jadwal peluncuran misi robotik Chang’e-7 yang dijadwalkan meluncur akhir pekan ini menuju kawasan kutub selatan Bulan.

Misi ambisius yang dirancang untuk mendeteksi dan menguji langsung cadangan es air di Bulan ini, seperti dilaporkan CNNI (24/8) resmi ditunda setelah pihak berwenang mengumumkan, wahana antariksa tersebut belum memenuhi kriteria teknis operasional.

Dalam pernyataan resmi Kantor Teknik Antariksa Berawak China yang disiarkan media pemerintah, keputusan penundaan ini diambil demi mengedepankan kalkulasi keamanan dan keberhasilan misi menyeluruh.

Kendati belum menjadwalkan tenggat waktu peluncuran pengganti, otoritas antariksa China menyebut evaluasi komprehensif terus dilakukan untuk memastikan seluruh instrumen siap beroperasi secara optimal di medan Bulan yang ekstrem.

“Wahana antariksa bulan tidak memenuhi syarat peluncuran. Penilaian dilakukan dengan mengikuti prinsip kehati-hatian, keandalan, dan keberhasilan misi mutlak,” tutur pernyataan resmi otoritas antariksa China dikutip dari CNN, Minggu (23/8).

Penundaan peluncuran Chang’e-7 memperketat persaingan antara China dan Amerika Serikat dalam menguasai wilayah kutub selatan Bulan yang diyakini kaya sumber air es.
Wilayah tersebut menjadi target utama eksplorasi internasional karena diyakini menyimpan cadangan air beku (es) berlimpah di dalam kawah-kawah gelap.

Sumber daya ini dinilai berharga fantastis bagi keberlanjutan pangkalan antariksa masa depan karena dapat diolah menjadi air minum, pasokan oksigen, hingga bahan bakar roket.

AS sendiri tengah menyiapkan sejumlah misi tandingan menuju area kutub selatan Bulan, termasuk pendaratan wahana Griffin milik Astrobotic Technologies pada akhir 2026, serta peluncuran wahana robotik Blue Origin yang mengangkut rover VIPER milik NASA.

Membuka ruang kompetisi

Penundaan misi China ini memberi ruang kompetisi bagi kedua negara dalam memelopori analisis fisik air Bulan secara langsung di lapangan.

Para akademisi antariksa menilai, Chang’e-7 memegang peranan kunci dalam mengonfirmasi keberadaan serta volume riil cadangan es air di Bulan.

Profesor Emeritus dari Universitas Brown, James Head mengatakan, temuan dari data Chang’e-7 akan mempertajam fokus eksperimen sains antariksa dalam menentukan skala pemanfaatan sumber daya Bulan untuk jangka panjang.

Di sisi lain, Ahli Geologi Bulan dari Universitas Hong Kong, Yuqi Qian menjelaskan, penugasan Chang’e-7 menandai fase transformasi besar dalam doktrin keantariksaan pemerintah Beijing.

“Dengan Chang’e-7, program bulan China bergeser dari program eksplorasi menjadi program pemanfaatan sumber daya,” ujarnya.

“Bagi China dan negara-negara lain, kita sedang berevolusi dari menjelajahi bulan dan menggunakan sumber daya Bumi menuju eksplorasi bulan yang lebih berkelanjutan ,” sambungnya. (CNNI/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here