Relawan Asal Makassar Terjun Bantu Korban Gempa di NTT

MANGGARAI TIMUR, KBKNEWS.id — Semangat solidaritas kemanusiaan melintasi batas pulau ditunjukkan oleh tim relawan Mountain Rescue Bawakaraeng asal, Makassar, Sulawesi Selatan. Demi meringankan duka para penyintas bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), para pegiat kemanusiaan ini terjun langsung ke sejumlah titik terdampak di Pulau Flores untuk memberikan penanganan darurat dan pendampingan bagi warga.

Tiga personel yang berada di garda depan penugasan tersebut memperkenalkan diri dengan nama lapangan masing-masing, yakni Akbar alias “Semut”, Dion alias “Ojek”, serta Naufal alias “Baje'”. Ketiganya membawa misi organisasi untuk melakukan tindakan pertolongan pertama serta penanganan darurat di wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

Naufal menegaskan bahwa dorongan utama yang membawa mereka menempuh perjalanan jauh dari Makassar hingga ke tanah Flores adalah panggilan nurani yang tidak ternilai oleh materi. “Hal yang paling utama ialah soal kemanusiaan. Jadi kalau kita bercerita mengenai tentang hal kemanusiaan, itu tidak ada bandingnya dari segala apapun yang ada di dunia fana ini,” ujar Naufal saat ditemui di posko pengungsian, Selasa (1/9/2026).

Senada dengan rekannya, Akbar menuturkan bahwa ikatan persaudaraan sebangsa menjadi energi penggerak utama tim Mountain Rescue Bawakaraeng untuk hadir di tengah-tengah masyarakat NTT. “Kami dari Mountain Rescue Bawakaraeng mempunyai rasa kemanusiaan yang sangat besar untuk teman-teman di NTT. Apalagi kita semua saudara di sini,” imbuh Akbar.

Selama berada di lokasi bencana, berbagai aksi nyata telah dilakukan tim relawan, mulai dari menyalurkan bantuan sosial, mendistribusikan logistik melalui jalur udara menggunakan helikopter menuju daerah pelosok yang terisolir, hingga membantu proses evakuasi barang-barang berharga milik warga dari reruntuhan bangunan rumah.

Selain aksi fisik dan logistik, pendampingan psikososial juga menjadi fokus penting guna memulihkan rasa trauma masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia. Dukungan moril dan sambutan hangat warga lokal menjadi suntikan semangat tersendiri bagi relawan untuk memastikan kecemasan warga saat melihat struktur bangunan miring dan rusak tidak membekas berlarut-larut ke masa depan mereka.

Terkait masa penugasan di lapangan, para relawan yang berbasis di Kabupaten Gowa ini menyatakan kesiapannya untuk terus mengabdi selama mandat organisasi masih berjalan. Mereka berharap induk organisasi dapat memberikan perpanjangan surat tugas agar jangkauan pelayanan kemanusiaan bisa diperluas ke berbagai penjuru daerah terpencil lainnya di NTT.

Kesiapan tersebut dilandasi oleh tekad kuat untuk menghadirkan atmosfer positif dan ceria bagi para penyintas di tengah keterbatasan pengungsian. Dengan perpanjangan tugas, para relawan optimis dapat menyebarkan bantuan yang lebih menyeluruh ke titik-titik pedalaman yang masih minim akses bantuan.

Mengakhiri penjelasannya, Akbar menyampaikan harapan besar agar bumi Flores segera bangkit dan pulih seperti sediakala dari dampak bencana. “Harapannya satu sih, semoga Flores cepat pulih, cepat normal kembali keadaan di sini. Kemudian adik-adik ataupun orang tua yang ada di Flores tidak takut lagi dan tidak trauma akan gempa yang mungkin terjadi nantinya,” pungkasnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here