JAKARTA, KBKNEWS.id — Usia senja tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar dan memperkuat ibadah. Hal itu terlihat dalam Pesantren Gemilang 2026 yang digelar Dompet Dhuafa selama tiga hari dua malam di Hotel Mambruk, Anyer, Banten, pada 30 Agustus hingga 1 September 2026.
Memasuki tahun keempat, Pesantren Gemilang diikuti 36 santri lanjut usia. Beragam kegiatan diberikan, mulai dari kajian keislaman, zikir, shalat berjamaah, qiyamul lail, olahraga, refleksi diri, hingga edukasi kesehatan.
Salah satu peserta, Pheni, mengikuti kegiatan ini untuk memperdalam pemahaman mengenai perjalanan manusia setelah kematian. Ia juga berharap ilmu yang diperoleh dapat dibagikan kepada masyarakat di lingkungan masjid tempat tinggalnya.
“Kesadaran kehidupan di akhirat nanti itu adalah apa yang kita lakukan, apa yang kita investasikan sekarang ini, itu yang akan kita tuai nanti,” ujar Pheni.
Ustaz Abi Makki dalam kajiannya mengajak peserta memahami perjalanan manusia dari alam ruh hingga kehidupan akhirat. Materi juga membahas nafsu, hawa, ruh, serta makna wafat dalam perspektif Islam.
Tak hanya kajian, peserta diajak mengikuti aktivitas walking meditation untuk meningkatkan kesadaran terhadap tubuh dan lingkungan. Mereka juga mendapatkan materi mengenai sifat-sifat ahli surga dan amalan yang perlu dijaga.
Dari sisi kesehatan, Rumah Sakit Mata Achmad Wardi memberikan pemeriksaan mata serta edukasi preventif bagi para peserta. Para santri juga berkesempatan mengunjungi rumah sakit berbasis wakaf tersebut untuk mengenal manfaat wakaf produktif.
Melalui Pesantren Gemilang, Dompet Dhuafa menghadirkan ruang bagi para lansia untuk terus belajar, memperkuat ibadah, menjaga kesehatan, sekaligus mempersiapkan bekal lahir dan batin menuju kehidupan akhirat.
“Semoga Pesantren Gemilang ini terus berlanjut,” kata Ustaz Abi Makki.





