JAKARTA, KBKNEWS.id — Gempa susulan yang masih mengguncang wilayah Flores membuat sebagian penyintas Nusa Tenggara Timur (NTT) belum dapat kembali ke rumah.
Di tengah situasi tersebut, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa terus siaga mendampingi dan memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Hingga Senin (31/8/2026), tercatat lebih dari 10.000 gempa susulan terjadi sejak gempa pertama pada 15 Agustus 2026. Kondisi ini membuat warga memilih bertahan di lokasi pengungsian demi keamanan.
DMC Dompet Dhuafa memberikan pendampingan, khususnya kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan. Bantuan meliputi kebutuhan pangan melalui dapur umum dan Pos Hangat, layanan kesehatan, masjid darurat, hingga makanan tambahan bagi bayi dan balita.
Salah satu penyintas yang merasakan langsung pendampingan tersebut adalah Nur Hayati (47), warga Dusun Ronting, Manggarai Timur. Lebih dari dua pekan berada di pengungsian, Nur Hayati bahkan turut menjadi relawan di dapur umum Dompet Dhuafa untuk membantu memasak makanan bagi warga.
Rumah Nur Hayati mengalami kerusakan akibat gempa. Sementara itu, perahu kayu milik suaminya yang digunakan untuk mencari nafkah sebagai nelayan juga hancur, sehingga sang suami tidak dapat bekerja.
Meski menghadapi kehilangan dan ketidakpastian, Nur Hayati mengaku tetap merasa tenang selama berada di pengungsian. Ia juga menemani anaknya mengikuti kegiatan yang digelar relawan DMC Dompet Dhuafa.
“Perasaan saya tenang. Tapi, tidak terasa keluar air mata ini,” ujar Nur Hayati.
DMC Dompet Dhuafa terus membersamai para penyintas, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi sekaligus memberikan dukungan selama proses pemulihan pascagempa NTT.





