JAKARTA, KBKNEWS.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI meminta seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi keamanan setempat setelah serangan yang diduga dilakukan kelompok Houthi dari Yaman.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan otoritas Arab Saudi telah beberapa kali mengeluarkan peringatan potensi bahaya keamanan untuk sejumlah wilayah, termasuk Makkah, Jeddah, dan Taif.
“Perwakilan RI di Arab Saudi mengimbau WNI untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi Arab Saudi,” kata Heni dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu (16/9).
Pada Selasa (15/9), otoritas Arab Saudi sempat meminta masyarakat tetap berada di dalam ruangan, menghindari area terbuka dan kerumunan, serta mengikuti arahan resmi pemerintah.
Dinas Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian menyatakan situasi bahaya telah berakhir dan masyarakat diizinkan kembali beraktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan arahan pemerintah setempat.
Heni memastikan hingga saat ini tidak ada laporan WNI yang terdampak bahaya tersebut. Perwakilan RI di Arab Saudi juga terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.
Sementara itu, juru bicara resmi Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, mengatakan pasukan pertahanan udara Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang hendak memasuki wilayah udara Kota Makkah.
Menurut laporan kantor berita Arab Saudi SPA, drone tersebut diluncurkan oleh kelompok Houthi dan dicegat pada Selasa malam sekitar pukul 18.50 waktu setempat sebelum memasuki wilayah udara terlarang di Makkah.
Namun, Gerakan Ansar Allah atau Houthi membantah telah menimbulkan ancaman terhadap Makkah maupun tempat-tempat suci Islam lainnya di Arab Saudi. Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor berita yang dikelola Houthi, Saba.
Dalam kondisi darurat, WNI di Arab Saudi dapat menghubungi KBRI Riyadh melalui hotline +966 569173990 atau KJRI Jeddah melalui hotline +966 50 360 9667.





