53 Jemaah Batal Umrah  Gegara Serangan Houthi ke Saudi

Milisi Houthi menyerang Arab Saudi tiga hari berturut-turut sejak Sabtu (10/10). 13 orang tewas termasuk pilot Saudi Airlines dan 309 terluka ( foto: islamic News)

JAKARTA – (IMBCNEWS) – 13/10 – SERANGAN milisi Houthi  ke wilayah Arab Saudi sejak Sabtu lalu (10/10) membuat calon jemaah umrah asal Makassar terpaksa menunda keberangkatan karena maskapai membatalkan jadwal penerbangan (12/10).

Calon jemaah umrah itu gagal berangkat dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang semula dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi oleh travel dari PT Mudah Menuju Baitullah.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha menyebut penundaan ini terjadi setelah penerbangan lanjutan Malaysia Airlines rute Kuala Lumpur-Madinah dibatalkan di tengah situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, pada Senin (12/10). Penerbangan Malaysia Airlines MH846 rute Makassar-Kuala Lumpur tetap beroperasi dengan mengangkut 30 penumpang reguler.

Sementara itu Saudi menghadapi serangan baru rudal balistik dan drone, Senin (12/10) dari kelompok bersenjata Houthi di Yaman, namun, belum ada informasi apakah rudal dan drone tersebut berhasil dicegat.

Ofensif terbaru itu terjadi setelah Houthi menghantam Bandara Internasional King Khalid dua hari berturut-turut pada pada Sabtu (10/10) dan Minggu (11/10), yang membuat bandara tersebut ditutup untuk sementara. Menurut laporan Reuters, Houthi telah melancarkan serangkaian serangan terhadap bandara dan fasilitas minyak Saudi sejak pekan lalu.

Serangan-serangan Houthi menyebabkan sebagian wilayah udara Saudi ditutup dan menghentikan sementara operasional Bandara Riyadh. Sebanyak 12 orang tewas dan lebih 309 terluka akibat serangan rudal balistik Houthi yang jatuh di Bandara King Khallid, Riyadh.

Langit di atas ibu kota Saudi dilaporkan relatif sepi, bahkan ketika Riyadh menjadi tuan rumah konferensi energi besar.

Situasi sulit

Saudi kini menghadapi situasi sulit setelah kembali terlibat dalam perang saudara Yaman.

Rezim Riyadh berupaya mendorong Houthi menjauh dari Selat Bab El-Mandeb yang menjadi jalur penting bagi perdagangan minyak sekaligus menghentikan kelompok tersebut yang terus memperluas pengaruhnya.

Di sisi lain, pasukan Yaman yang didukung Saudi dilaporkan telah memperoleh sejumlah kemajuan melawan Houthi di sekitar Bab El-Mandeb.

Sumber-sumber militer Yaman mengatakan, tekanan terhadap Houthi kemungkinan membutuhkan waktu untuk menghasilkan dampak bagi  milisi proksi Iran itu.

Di tengah eskalasi konflik, Iran menawarkan diri menjadi mediator antara Houthi dan Arab Saudi.

“Kami telah berulang kali menyatakan kesiapan kami untuk membantu memfasilitasi dialog antara para pihak,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei, Senin (12/10).

Sementara itu, Saudi terus meningkatkan serangan udaranya terhadap Houthi dengan menargetkan Provinsi Al-Jawf, sebagaimana dilaporkan televisi Yaman pada Senin.

Namun, Houthi tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan serangan mereka terhadap infrastruktur Saudi.

Kelompok tersebut berulang kali mengancam akan menargetkan bandara dan wilayah udara Saudi, serta fasilitas minyak yang menjadi penggerak utama perekonomian dan rencana pembangunan ambisius kerajaan. (Reuters/kompas.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here