JAKARTA – (IMBCNEWS) – 27/10 – NAMA Gadi Eisenkot menjadi sorotan dalam Pemilu Israel, Selasa (27/10), setelah mantan Kepala Staf Militer Israel tersebut muncul sebagai penantang utama PM Benjamin Netanyahu.
Eisenkot seperti dilaporkan kompas.com (27/10) memimpin Partai Yashar, partai baru berhaluan tengah yang menurut sejumlah jajak pendapat memiliki peluang memperoleh kursi lebih banyak dibandingkan Partai Likud pimpinan Netanyahu.
Kemunculannya menambah persaingan dalam pemilu yang menjadi kesempatan pertama bagi masyarakat Israel untuk mengevaluasi kepemimpinan Netanyahu setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan perang yang berlangsung sesudahnya.
Survei terbaru Channel 12 memperkirakan Partai Yashar akan memperoleh 23 kursi parlemen, mengungguli Likud yang diproyeksikan mendapatkan 21 kursi.
Meski demikian, lembaga survei lain menunjukkan hasil berbeda sehingga belum dapat dipastikan partai mana yang akan memperoleh suara terbanyak.
Gadi Eisenkot merupakan mantan Kepala Staf Militer Israel yang kini memimpin Partai Yashar. Latar belakang militernya menjadi salah satu unsur penting dalam pencalonannya sebagai pemimpin pemerintahan.
Di tengah konflik berkepanjangan
Pemilu Israel kali ini berlangsung setelah konflik berkepanjangan di Gaza, Lebanon, dan Iran, sehingga persoalan keamanan menjadi salah satu perhatian utama masyarakat.
Pengalaman Eisenkot di militer memberinya posisi tersendiri dalam perdebatan mengenai kemampuan pemerintah menghadapi ancaman keamanan.
Dalam sejumlah survei yang membandingkan kelayakan kedua tokoh sebagai perdana menteri, Eisenkot menunjukkan keunggulan yang relatif konsisten atas Netanyahu.
Namun, dukungan terhadap sosok calon perdana menteri tidak selalu sama dengan dukungan terhadap partai politiknya.
Dalam sistem parlemen Israel, seorang kandidat tetap membutuhkan dukungan mayoritas anggota Knesset untuk membentuk pemerintahan.
Selain pengalaman militernya, Eisenkot memiliki pengalaman pribadi yang berkaitan langsung dengan perang di Gaza. Putranya, Gal Eisenkot, tewas dalam pertempuran di wilayah tersebut pada Desember 2023.
Gal berusia 25 tahun ketika meninggal dunia. Kehilangan putranya menjadi salah satu bagian dari kisah pribadi
Perhatian publik
Eisenkot  mendapat perhatian publik selama kampanye pemilu di mana Perang Gaza sendiri menjadi pengalaman besar bagi masyarakat Israel sejak serangan Hamas pada Oktober 2023.
Serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang di Israel, sementara 251 orang dibawa ke Gaza sebagai sandera.
Peristiwa itu kemudian memicu perang berkepanjangan yang juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar di kalangan masyarakat Palestina.
Dalam kampanye pemilu, persoalan keamanan serta pertanggungjawaban atas kegagalan mencegah serangan Hamas menjadi perhatian utama kelompok oposisi. Eisenkot dan para penantang Netanyahu menyoroti keputusan pemerintah yang tidak membentuk komisi penyelidikan negara untuk mengusut kegagalan keamanan tersebut.
Bersaing dengan tokoh oposisi lain Meski Eisenkot muncul sebagai penantang utama Netanyahu, ia bukan satu-satunya tokoh oposisi yang memiliki ambisi menjadi perdana menteri.
Mantan Perdana Menteri Naftali Bennett dan mantan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman juga memimpin kelompok politik yang berseberangan dengan Netanyahu. Keduanya berada di sisi kanan Eisenkot dalam peta politik Israel.
Sementara itu, Partai Demokrat pimpinan Yair Golan berada di sisi kiri blok oposisi. Bennett dan Lieberman belum memberikan dukungan resmi kepada Eisenkot sebagai calon perdana menteri. Kondisi tersebut membuat oposisi menghadapi tantangan untuk menyatukan berbagai kepentingan politik.
Persaingan tidak hanya terjadi antara Netanyahu dan Eisenkot, tetapi juga berkaitan dengan siapa yang mampu memperoleh dukungan paling luas untuk membentuk pemerintahan.
Belum tentu menjadi perdana menteri Meskipun Partai Yashar berpeluang menjadi partai terbesar menurut sejumlah jajak pendapat, hal itu tidak otomatis menjadikan Eisenkot perdana menteri.
Parlemen Israel memiliki 120 kursi, sedangkan pembentukan pemerintahan membutuhkan dukungan sedikitnya 61 anggota.
Selama ini, tidak ada satu partai yang mampu memperoleh mayoritas tersebut sendirian. Karena itu, koalisi merupakan bagian penting dalam sistem politik Israel.
Menurut CNN, sebagian besar jajak pendapat menunjukkan blok Netanyahu berpotensi memperoleh 49 hingga 55 kursi, belum mencapai mayoritas. Namun, blok oposisi juga menghadapi kesulitan membangun koalisi yang solid.
Partai Oposisi
Sejumlah partai oposisi menolak bekerja sama dengan partai-partai Arab, meskipun dukungan atau sikap mereka dapat menjadi faktor penentu pembentukan pemerintahan alternatif. Hal ini membuat hasil akhir pemilu masih sulit dipastikan.
Meski menjadi penantang Netanyahu, Eisenkot tidak menawarkan perubahan menyeluruh terhadap kebijakan keamanan Israel.
Seperti Netanyahu, ia menolak pembentukan negara Palestina. Pemerintahan oposisi yang dipimpin Eisenkot juga diperkirakan tetap melibatkan partai-partai kanan yang menentang berbagai konsesi terhadap Palestina.
Namun menurut analisis CNN, pemerintahan yang tidak bergantung pada partai-partai sayap kanan pimpinan Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich berpotensi mengambil pendekatan berbeda terhadap kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat.
Pemerintahan baru juga dinilai dapat lebih terbuka terhadap inisiatif diplomatik Amerika Serikat dan negara-negara regional terkait Gaza.
Dengan demikian, persaingan Eisenkot melawan Netanyahu bukan hanya mengenai pergantian pemimpin, melainkan juga tentang pendekatan pemerintahan terhadap keamanan, hukum, dan hubungan internasional.
Namun, apakah Eisenkot dapat membentuk pemerintahan baru. Semua masih bergantung pada hasil perolehan kursi serta negosiasi koalisi setelah pemilu. (imbcnews/nanangs/sumberkompas.com)




