Presiden Trump Isyaratkan AS Segera Serang Iran

Formasi pesaat tempur AS. Presiden Trump isyaratkan segera akan serang Iran lagi (ilustrasi: Viva)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 25/10- PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan melancarkan serangan baru ke Iran dalam waktu dekat, bahkan menyebut bisa saja dilancarkan, hari Minggu ini (25/10).

“Kami sedang mempertimbangkannya, mungkin besok,” kata Trump saat ditanya mengenai rencana serangan terhadap Iran, seperti dikutip dari Anadolu Agency (AA News) pada Sabtu (24/10).

Trump enggan memastikan apakah serangan benar-benar akan dilakukan. Ia justru menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak akan diumumkan secara terbuka sebelum waktunya.

“Apakah Anda benar-benar berpikir saya akan memberi tahu jika saya akan melakukannya?” ujar Trump balik bertanya.

Di tengah ancaman tersebut, Trump mengatakan Iran masih memiliki kesempatan untuk menghindari serangan lanjutan dengan mencapai kesepakatan bersama Washington.
“Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi masalahnya, apakah mereka akan mematuhi kesepakatan itu?” kata Trump.

Trump menyebut tujuan utama AS adalah memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir di masa mendatang.

Menurut dia, operasi militer sebelumnya yang melibatkan pesawat pengebom B-2 belum cukup untuk menjamin hasil yang bertahan lama.

“Saya harus membuatnya permanen. Itu satu-satunya alasan saya melakukannya,” ujarnya.

Trump juga mengklaim pengiriman minyak melalui Selat Hormuz meningkat dibandingkan sebelum perang dimulai. Ia tidak merinci angka yang mendukung klaim tersebut.

Meski mengisyaratkan kemungkinan serangan baru, Trump belum menyampaikan keputusan final mengenai langkah Washington selanjutnya. Ia menyebut serangan militer maupun kesepakatan diplomatik sebagai dua kemungkinan yang masih terbuka.

“Saya mungkin harus menuntaskannya, atau mungkin mereka akan membuat kesepakatan. Saya belum yakin. Apa pun itu, kita menang,” sebutnya.

Perang Iran melawan koalisi AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari telah memicu konflik lebih luas di Timur Tengah sampai hari ini.

Konflik tersebut masih belum sepenuhnya terselesaikan meski gencatan senjata telah tercapai dan kedua pihak disebut berupaya merampungkan kesepakatan damai.

Walau serangan AS dan koalisinya Israel terhadap Iran jeda bulan ini, eskalasi konflik terjadi antara mlisi Houthi proksi Iran di Yaman dengan sejumlah negara Arab.

Dalam beberapa pekan ini militer Arab Saudi yang mendukung rezim pemerintah Yaman yang digulingkan oleh Houthi melakukan serangan udara dan darat ke posisi Houthi, sebalinya Houthi melancarkan serangan rudal balistik dan drone ke beberapa wilayah di Saudi. (CNNI/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here