JAKARTA, KBKNEWS.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan berdampak pada aktivitas belajar anak-anak.
Kabut asap pekat yang masuk ke ruang kelas mengganggu kesehatan siswa, mulai dari mata perih hingga gangguan pernapasan. Kondisi tersebut bahkan membuat sekolah sempat meliburkan kegiatan tatap muka dan beralih ke pembelajaran daring.
Merespons kondisi itu, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama PT BNI Asset Management mengaktivasi program Safe School (Sekolah Aman Asap) di TK IT Quran Ummah, Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, pada Rabu (28/10/2026).
Program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dari paparan polutan akibat karhutla. Setiap ruang kelas dilengkapi exhaust fan, air purifier, penyaring ventilasi, tabung oksigen, akuarium, serta tanaman hias yang membantu menjaga kualitas udara.
PIC Respons Karhutla Sumatra Selatan DMC Dompet Dhuafa, Taqi Falsafati, mengatakan program tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak meski wilayah mereka terdampak kabut asap.
Selain menyediakan fasilitas penunjang, Dompet Dhuafa juga membagikan masker medis dan memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak dini.
Kepala TK IT Quran Ummah, Noviana, menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, kondisi ruang kelas kini terasa lebih nyaman sehingga anak-anak kembali bersemangat mengikuti kegiatan belajar.
Ia berharap karhutla di Sumatra Selatan segera teratasi dan program Safe School dapat diperluas ke sekolah lain yang terdampak kabut asap.





