Dompet Dhuafa Ajak Puluhan Anak Muda Belajar Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal

JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) mengajak 68 anak muda mempelajari mitigasi bencana berbasis kearifan lokal di kawasan adat Kasepuhan Cisungsang, Kabupaten Lebak, Banten.

Kegiatan bertajuk Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Youth Ecosystem Stewardship (YES) ini berlangsung pada 22–25 Oktober 2026.

Kasepuhan Cisungsang dipilih karena memiliki tradisi masyarakat yang mengedepankan keharmonisan dengan alam. Mulai dari arsitektur rumah kayu yang ramah gempa hingga kebiasaan menjaga kebersihan sungai menjadi contoh praktik mitigasi bencana yang diwariskan secara turun-temurun.

Kegiatan diawali dengan penyambutan melalui tradisi Pager Kolot dan pertunjukan angklung buhun. Selanjutnya, peserta mengikuti talkshow dan diskusi bersama akademisi, praktisi kebencanaan, serta lembaga kemanusiaan mengenai antisipasi krisis iklim, pelokalan aksi kemanusiaan, dan ajaran agama dalam menjaga lingkungan.

Pembelajaran dilanjutkan melalui metode Social Culture Analysis (SOCA). Peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengkaji manajemen hutan, manajemen air, dan manajemen sosial sebagai dasar penyusunan Climate Risk Assessment (CRA).

Penanggung Jawab PRB YES, Nurmalita Widyasari Putri, menjelaskan bahwa SOCA membantu peserta memahami kondisi sosial dan lingkungan sebelum melakukan penilaian risiko iklim.

“Melalui CRA, peserta diharapkan mampu memahami keterkaitan antara kondisi lingkungan, perubahan yang terjadi, potensi ancaman, kerentanan, dampak, serta bentuk respons yang tepat,” jelas Nurmalita.

Salah satu peserta, Kanaya Azkia (19), mengaku mendapatkan wawasan baru setelah berinteraksi langsung dengan masyarakat adat. Ia melihat bagaimana kebiasaan menjaga sungai dan menggunakan air seperlunya menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.

Kanaya juga menilai rumah adat berbahan kayu memberikan pelajaran tentang pentingnya menyesuaikan bangunan dengan kondisi alam, termasuk menghadapi potensi gempa bumi.

Sekretaris Adat Kasepuhan Cisungsang, Kang Nochi, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dapat membantu memperkenalkan sekaligus melestarikan nilai-nilai tradisional masyarakat adat.

Ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan pengetahuan tentang kearifan lokal dan kelestarian lingkungan kepada masyarakat luas.

Melalui PRB YES, DMC Dompet Dhuafa mendorong generasi muda terlibat aktif membangun masyarakat tangguh menghadapi bencana dan krisis iklim. Perpaduan pengetahuan modern dengan kearifan lokal diharapkan menjadi modal penting untuk menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here