Ragam Reaksi Kekalahan Partai Republik AS

Partai Republik kalah telak dalam Pemilu Sela di AS, yang digelar Sabtu lalu. mencerminkan redupnya pamor Presiden Donald Trump. (foto: Kompas.com)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 4/11 – KEMENANGAN Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu atau pemilu sela Amerika Serikat (AS) mendapat beragam tanggapan dari para pemimpin dan politisi dunia.

Hasil pemilu tersebut, seperti dilaporkan Reuters (4/11), dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan AS dalam dua tahun terakhir masa jabatan Presiden Donald Trump, termasuk terkait perdagangan global, dukungan terhadap Ukraina, NATO, perubahan iklim, hingga harga energi.

Perdana Menteri Spanyol  Pedro Sanchez menyebut hasil pemilu sebagai penolakan masyarakat AS terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Trump.

“Kemarin, rakyat Amerika memberikan suara menentang kebijakan yang hanya memiskinkan masyarakat. Menentang kebencian. Menentang seksisme. Menentang penyangkalan terhadap perubahan iklim, serta menentang hak-hak istimewa kaum elite,” tulis Sanchez di X.

“Hal ini telah terjadi di Brasil. Baru saja terjadi di Amerika Serikat. Dan akan segera terjadi di Spanyol,” imbuh dia.

PM Norwegia Jonas Gahr Stoere juga melihat kemenangan Demokrat sebagai tanda perubahan arah politik di kalangan pemilih AS.

“Ini merupakan sinyal politik yang kuat mengenai perubahan arah di kalangan pemilih Amerika,” ujarnya kepada Reuters pada Rabu (4/11).

Menurut Stoere, kini semakin banyak suara dalam politik AS yang sejalan dengan Norwegia, khususnya mengenai iklim, lingkungan, kebijakan luar negeri, dan bantuan pembangunan.

Sekutu AS soroti hubungan LN

Sejumlah sekutu Washington menegaskan bahwa hubungan mereka dengan AS tidak akan berubah terlepas dari hasil pemilu.

Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan terus mengikuti perkembangan pemilu sela AS dan akan mempertahankan pendekatan non-partisan dalam hubungan dengan Washington.

Taiwan juga berkomitmen memperdalam kerja sama di bidang keamanan, perdagangan, teknologi, dan pendidikan.

Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara turut menegaskan bahwa aliansi Jepang-AS tetap menjadi landasan kebijakan luar negeri dan keamanan Tokyo.

“Terlepas dari apa pun hasil pemilihan ini, aliansi Jepang-AS merupakan landasan kebijakan luar negeri dan keamanan Jepang,” katanya.

Pemerintah Yunani juga menyampaikan sikap serupa. Juru bicara pemerintah Pavlos Marinakis mengatakan hubungan Yunani-AS akan tetap kuat karena Washington merupakan sekutu strategis Athena.

Sementara itu, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menilai kemenangan Demokrat dapat membuka era baru dalam hubungan dunia.

Respons Iran

Sementara itu Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama dalam perundingan dengan AS, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyindir Presiden AS Donald Trump setelah Partai Republik mengalami kekalahan dalam pemilu sela yang digelar pada Sabtu (3/11).

Ghalibaf mengatakan, hasil pemilu tersebut membuktikan bahwa rakyat AS menolak perang dengan Iran. “Entah karena hati nurani atau biaya hidup, rakyat Amerika mengatakan tidak untuk perang, dan kami mendukung pesan ini,” tulis Ghalibaf melalui media sosial X, Rabu (4/11), seperti dikutip AFP.

Ia juga memperingatkan pemerintah AS agar tidak mengabaikan kehendak rakyatnya terkait perang tersebut.

“Jika pemerintah AS mengkhianati kehendak rakyatnya sendiri demi melayani pihak-pihak asing yang berpengaruh dan melakukan pemerasan, mereka akan mengetahui bahwa kata tidak dari kami akan membawa mimpi buruk,” tulisnya.

Demokrat Berkibar, Republik Tersungkur dalam Pemilu Pernyataan Ghalibaf muncul setelah Partai Demokrat berhasil menguasai kedua kamar Kongres AS, yakni Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Menurut analisis NPR berdasarkan penghitungan hasil pemilu oleh Associated Press (AP), kemenangan tersebut mengembalikan kendali penuh Kongres kepada Partai Demokrat untuk pertama kalinya sejak 2023.

Pukulan besar bagi Trump

Hasil pemilu itu menjadi pukulan besar bagi Trump dan Partai Republik. Kenaikan biaya hidup, harga bahan bakar, kebijakan tarif, serta perang berkepanjangan dengan Iran menjadi sejumlah persoalan yang memengaruhi pilihan pemilih.

Perang tersebut mengganggu pasar energi global dan mendorong kenaikan harga bahan bakar, antara lain akibat pembatasan pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan minyak dunia.

Trump sendiri mengakui bahwa perang dengan Iran turut berkontribusi terhadap kekalahan partainya. Namun, ia tetap membela keputusannya melancarkan operasi militer tersebut.

“Saya pikir Iran adalah salah satu faktornya, tetapi pada saat yang sama, masyarakat memahami pentingnya apa yang telah saya lakukan terhadap Iran,” kata Trump dalam wawancara melalui telepon dengan Fox News, Selasa (3/11).

Di tengah dinamika tersebut, upaya diplomatik untuk mengakhiri perang kembali dilakukan. Qatar menjadi mediator dalam perundingan tidak langsung antara Washington dan Teheran.

Meski demikian, kedua pihak masih berbeda pendapat mengenai sejumlah ketentuan kesepakatan, termasuk pengaturan pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade AS terhadap ekspor minyak Iran.

Partai Demokrat berhasil memenangkan pemilu sela (midterm election) Amerika Serikat 2026 dan merebut kendali penuh atas Kongres AS (DPR dan Senat) dari Partai Republik.

  • Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives): Partai Demokrat resmi mengamankan mayoritas dengan memenangkan 228 kursi (melewati ambang batas minimal 218 kursi). Sementara Partai Republik meraih 139 kursi, dengan puluhan kursi lainnya masih dalam proses penghitungan.]
  • Senat: Partai Demokrat juga sukses menguasai Senat dengan memenangkan 20 kursi dari total kursi yang diperebutkan, memastikan dominasi ganda di parlemen.

Kemenangan Partai Demokrat di Pemilu Sela itu  mencerminkan pudarnya semboyan “America Great Again” yang didengung-dengungkan kan Trump dalam setiap kampanyenya. (Reuters/AFP/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here