Jims Honey Gandeng Dompet Dhuafa Ringankan Dampak Kabut Asap di Kalimantan

JAKARTA, KBKNEWS.id – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan ditunjukkan Jims Honey melalui penyaluran bantuan bersama Dompet Dhuafa.

Donasi berupa masker dan tabung oksigen portabel disiapkan untuk membantu warga serta relawan menghadapi dampak buruk kabut asap.

Bantuan tersebut diserahkan Corporate Owner Jims Honey, Hanny Zheng, kepada Direktur Resource & Mobilization Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti, di Kantor Dompet Dhuafa, Jati Padang, Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 21 Oktober 2026, tercatat 333.470 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang berkaitan dengan karhutla sejak 18 Agustus. Kondisi ini menunjukkan ancaman kesehatan akibat kebakaran hutan masih membayangi masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.

Hanny mengungkapkan, kepeduliannya bermula dari keresahan melihat persoalan karhutla yang dinilai belum banyak mendapat perhatian. Kedekatannya dengan Pontianak, Kalimantan Barat, tempat ia tumbuh besar, juga menjadi alasan untuk ikut mengambil tindakan.

Menurutnya, aksi kemanusiaan tidak semestinya dibatasi perbedaan agama, suku, maupun latar belakang. Setiap orang dapat saling membantu karena memiliki rasa persaudaraan sebagai sesama manusia.

“Melakukan apa yang bisa kita lakukan saja. Semoga bantuan kecil ini bisa membantu dan meringankan relawan serta penduduk setempat,” ujar Hanny.

Hingga 1 November 2026, bantuan tersebut telah menjangkau sekitar 70 penerima manfaat di Talawang, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Penyaluran tahap awal menyasar relawan dan tenaga kesehatan, kemudian dilanjutkan kepada masyarakat terdampak.

Etika Setiawanti mengapresiasi kepercayaan Jims Honey kepada Dompet Dhuafa. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat terbantu.

Dalam penanganan karhutla, Dompet Dhuafa turut mengerahkan Disaster Management Center (DMC) dan tim Respon Darurat Kesehatan (RDK). Respons meliputi layanan medis, penyediaan ruang aman dengan fasilitas oksigen dan penyaring udara, distribusi logistik, Pos Hangat, hingga dapur umum di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here