Korban Prostitusi Online Jalani Rehabilitasi di RSPA Bambu Apus

Ilustrasi/ sindonews

JAKARTA – Tujuh anak dan remaja korban perdagangan manusia dan eksploitasi seksual melalui Facebook kini tengah menjalani rehabilitasi psikososial di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bambu Apus, Jakarta Timur.

“Mereka menjalani assessment dalam proses pemulihan psikososial untuk mengingat kembali masa kecil dan masa-masa indah dalam hidupnya,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, melalui siaran pers diterima di Jakarta, Senin (5/9/2016).

dalam rehabilitasi tersebut, mereka menjalani konseling dan pemulihan, peta jalan siklus hidup untuk mengingat kembali masa kecil dengan kenangan indah dan kenangan tidak baik serta mengingat bagaimana rumah mereka.

Khofifah menjelaskan RSPA Bambu Apus dipilih sebagai tempat penanganan anak-anak korban perdagangan manusia dan eksploitasi seksual karena merupakan RSPA dengan fasilitas yang lengkap.

“Di Indonesia ada 18 RPSA. Namun, RPSA Bambu Apus itu yang paling lengkap fasilitasnya didukung dengan tenaga konselor, psikolog dan pekerja sosial,” kata dia.

Dengan fasilitas yang lengkap didukung ruangan dan bangunan yang memadai, aman dan nyaman itu, anak-anak dan remaja yang menjadi korban perdagangan manusia dan eksploitasi seksual dikirim ke RPSA Bambu Apus. RPSA Bambu Apus bukan hanya menangani anak-abak dari sekitar Jabodetabek, namun juga dari daerah-daerah lain.

Advertisement