TRENGGALEK – Bupati Trenggalek, Emil Dardak mengaku banyak yang harus dipersiapkan dalam rencana mencanangkan wajib belajar 12 tahun secara gratis di Kabupaten Trenggalek.
Sejauh ini sekolah di Trenggalek sudah gratis sampai 9 tahun atau sampai kelas 9 SMP, namun untuk wajib belajar gratis 12 tahun pemkab masih memerlukan waktu untuk meneliti biaya-biaya tambahan.
“Untuk SMA kami memang sedang berusaha mencanangkan gratis belajar di Trenggalek selama 12 tahun, lalu kami juga sedang meneliti biaya tambahan apa yang kurang, dan apakah itu juga perlu. Agar nantinya biaya tambahan itu tak perlu ada jika memang gratis,” ujar Emil, dikutip dari otonomi.co.id.
Ia juga menambahkan kadang memang komite sekolah sudah sepakat, tapi ada satu-dua pihak yang kurang setuju mengenai biaya-biaya tambahan tersebut. Itulah yang menjadi kendala pencanangan wajib belajar gratis 12 tahun di Kabupaten Trenggalek.
Emil pun agak menyayangkan Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang seharusnya Rp1,3 miliar, hanya bisa diterima Rp850 juta untuk menyediakan pendidikan berkualitas. Meski begitu, ia meyakinkan bahwa wajib belajar 9 tahun memang gratis.
“Bentuk apresiasi kita bukan hanya soal moneter, tapi kita juga memberikan mereka dukungan moril yang tinggi, kemudian apresiasi dalam bentuk juara dan sebagainya kami berikan. Namun untuk yang sifatnya beasiswa sebenarnya sudah ditutupi dari biaya sekolah kami pastikan gratis sampai SMP,” kata dia.
Menurut Emil Trenggalek memiliki salah satu dari 15 sekolah terbaik se-Jawa Timur yaitu SMAN 1 Trenggalek. Mereka memiliki perwakilan dari 19 karya ilmiah terbaik se-Indonesia di Kompetisi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) British Council.
“Itulah prestasi-prestasi dari siswa-siswa terbaik di Trenggalek yang menurut saya sudah bisa disejajarkan dengan kota-kota besar Jakarta dan Surabya,” ucap Emil.





