Mall Qurban H.Doni Gelorakan Semangat Berkurban Keluarga Muda

Ilustrasi, Sapi, Foto aditya KBK

JAKARTA, KBK – Langit Kota Depok siang itu begitu cerah dengan guratan awan putih tipis menghiasi angkasa. Deretan pertokoan, cafe dan rumah makan serta hiruk pikuk kendaraan yang berlalu-lalang membelah Jl.Akses Universitas Indonesia sangat kontras dengan jejeran sapi cokelat bertubuh gempal yang tiba-tiba mejeng di pinggir jalan dekat Markas Besar Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Uniknya sapi-sapi tersebut ditemani wanita-wanita cantik berkostum cowboy yang mengenakan sepatu kulit lengkap dengan rompi dan topi bulat besarnya. Tepat di depannya terparkir mobil-mobil mini bus keluaran terbaru yang datang silih berganti menaik turunkan calon konsumen yang sekedar ingin melihat maupun yang akan membeli sapi dalam rangka perayaan hari raya Idul Adha 1437 H.

Dengan ramah sang lady cowboy akan menyapa dan melayani setiap calon konsumen yang mendekati sapi. Tanpa merasa geli atau jijik, mereka siap menjelaskan dan menemani calon konsumen melihat satu per satu sapi sejumlah 300 ekor yang diletakan rapih bagaikan barang mewah di pusat perbelanjaan modern.

Bila calon konsumen merasa cocok dengan sapi pilihannya, lady cowboy akan memasukan nomer yang tersemat di tiap kuping sapi kedalam aplikasi di telepon genggamnya guna mengetahui apakah sapi tersebut sudah laku tejual. Begitu juga dengan konsumen yang ingin membeli kambing.

“Karena disini tak sedikit konsumen yang menitipkan sapinya setelah pelunasan. Oleh karena itu mesti saya kroscek lagi kalau ada calon konsumen yang datang, ” Ucap Neni salah seorang lady cowboy kepada KBK, Selasa (06/09/16).

Setelah cocok dengan sapi pilihannya, konsumen akan diarahkan menuju kasir yang letaknya berada di dalam ruangan kaca bersofa empuk, hawa dingin pun tiba-tiba akan menyergap kulit konsumen yang berkeringat karena habis keliling melihat-lihat sapi.

Tak heran bila lapak kurban tersebut menyandang nama Mall Qurban karena pelayanannya yang jauh dari kata semeraut. Neni mengatakan sebelum dipercaya menjadi lady cowboy ia sudah terlebih dahulu dilatih oleh H.Doni pemilik Mall Qurban.

“Adaptasi dan pembelajarannya paling cuma satu hari setelah itu saya sudah terbiasa dengan aroma, kebiasaan dan perilaku sapi,” ucap wanita yang kesehariannya berprofesi sebagai karyawan di showroom mobil milik H.Doni.

Menurut H.M Agung Budi Priyambodo SE head sales promotion Mall Qurban kepada KBK mengatakan konsep yang diusung Mall Qurban memang berebeda dengan kebanyakan penjual lainnya karena ingin  menyasar konsumen dari kalangan muda khususnya keluarga muda yang baru ingin berkurban.

“H.Doni selaku pemiliknya sengaja mendesain seperti itu biar desainnya gaul,” kata pria kelahiran Tanjung Pandan Belitung 37 tahun silam.

Agung menegaskan untuk tahun ini ia tak ingin muluk-muluk memasang target penjualan, ia hanya menarget 8 juta penduduk muslim Jakarta menjadi konsumennya. Diluar itu Agung juga memfasilitasi calon konsumen yang datang dari luar Jabodetabek dengan layanan pembelian secara daring sehingga konsumen tidak perlu ke kandang. Calon kosumen cukup melihat fisik hewan via foto dan video, begitu juga dengan penyembelihan dan pembagian dagingnya yang langsung disalurkan ke kaum dhuafa.

“Jadi tampilan yang modern dan layanan kurban yang semakin mudah merupakan solusi umat mulsim untuk berkurban dimana saja. Berkat sistem ini tak sedikit juga pembeli yang datang dari luar negri,” beber Agung yang sudah 3 tahun menyelami bisnis hewan kurban bersama H.Doni.

Adapun sapi yang ditawarkan berasal dari jenis sapi PO, Limosin, Simental, Red Brahma, sapi Bali dan Madura. Kendati tampilan yang disuguhkan Mall Qurban tergolong eksklusif namun harga yang dibandrol tetap sama bahkan free ongkos kirim dan penitipan hewan kurban hingga jelang hari H.

Untuk 1 ekor sapi dipatok mulai dari harga Rp 14 juta hingga Rp 175 juta tergantung dengan bobot dan jenis sapi. Sementara untuk kambing dibuka mulai dari harga Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta per ekor.

“Satu minggu jelang Idul Adha penjualan makin meningkat, per hari kami bisa jual 10 ekor sapi dan 20 ekor kambing. Sekitar 80% pembeli dari perorangan dan 20% perusahaan,” tutup pria yang jika bukan musim kurban berprofesi sebagai pedagang bungan di pasar Rawa Belong, Jakarta.

Advertisement