Bencana Kemanusiaan Ancam Korea Utara

Banjir merendam pemukiman di Korea Utara / The Guardian

PYONGYANG—Badan-badan bantuan dunia mengingatkan, Korea Utara terancam bencana kemanusiaan. Kondisi ini terjadi setelah puluhan ribu orang terpaksa mengungsi karena bencana banjir yang melanda.

PBB dan Palang Merah Internasional melaporkan, sedikitnya terdapat 133 korban jiwa dan hampir 400 orang hilang. Ribuan rumah dan lahan tanaman juga hancur diterjang banjir. Tim penyelamat terus melakukan upaya pencarian dan telah mampu mencapai titik terparah.

Selama ini, Korea Utara telah menghadapi kekurangan pangan kronis. Mereka juga sangat bergantung pada bantuan asing. PBB telah mengalokasikan US$ 8 juta tahun ini untuk bantuan kemanusiaan di wilayah-wilayah yang terisolasi.

Banjir yang terjadi baru-baru ini dipicu oleh Typhoon Lionrock. Bencana ini datang bertepatan dengan kecaman sejumlah negara atas uji coba nuklir kelima yang dilakukan Korut, Jumat (9/9) lalu. Banjir tersebut merupakan yang terburuk selama ini akibat luapan sungai Tumen. “Banyak daerah di Musan dan Yonsa yang terputus akses,” demikian dilaporkan PBB, Selasa (913/9/2016).

Chris Staines, yang memimpin delegasi Palang Merah di Korea Utara, mengatakan, kawasan itu menghadapi “bencana yang sangat besar dan kompleks”. ” Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN-OCHA) mengatakan 140.000 orang membutuhkan bantuan.

Advertisement