Ankara– Gelombang pengungsi dari negara Timur Tengah dan Afrika terus bertambah jelang akhir tahun 2016.
Pejabat PBB menyatakan bahwa Turki menampung lebih banyak pengungsi dibandingkan negara lain di dunia pada paruh pertama tahun lalu,seperti laporan Anadolu Agency, Sabtu (17/9).
Penegasan itu disampaikan beberapa hariĀ lalu di ibukota Maroko Rabat, yang diselenggarakan jelang KTT PBB tentang Pengungsi dan Migran yang dijadwalkan akan digelar Senin depan di New York.
āTurki masuk dalam puncak daftar negara-negara di seluruh dunia yang menerima pengungsi,ā ungkap Fathi al-Dababi, direktur Pusat Informasi PBB di Maroko.
āData PBB menunjukkan bahwa Turki mengambil lebih dari 1.838.000 pengungsi pada semester pertama tahun lalu,ā tegas al-Dababi.
āTurki diikuti oleh Pakistan, yang mengambil sekitar 1,5 juta pengungsi selama periode yang sama disusul Lebanon, Irak, Ethiopia, Yordania, Kenya, Uganda, Chad dan Sudan,ā tambahnya.
Menurut pejabat PBB, 24 orang di seluruh dunia bermigrasi dari negara asal mereka masing-masing permenitnya.
Al-Dababi juga menunjukkan tingkat kematian yang tinggi di antara para migran dan pengungsi, mencatat bahwa penungsi sering terkena bencana perdagangan manusia dan bahaya lainnya.
Turki saat ini menampung lebih dari tiga juta pengungsi Suriah dan Irak yang melarikan diri dari negara asal mereka karena konflik yang sedang berlangsung di sana.





