GARUT- Salah seorang petugas penjaga daerah rawan bencana PT Kereta Api Indonesia, Maman (56), tewas tertimbun longsor yang menimpa jalur kereta api di antara Stasiun Cipendeuy Garut, dan Cirahayu, Tasikmalaya tepatnya di antara zKM 238+0 per 1 dan KM 233+849, di Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya.
Seperti dilaporkan PR, Sabtu (17/9) longsor terjadi sekira pukul 23.06, Jumat, 16 September 2016.
Kepala Humas Daerah Operasi II Bandung Pranoto Wibowo mengatakan, kejadian bermula saat Maman, beserta dua rekannya Tutang dan Emut mengecek jalur kereta api yang terkena longsoran kecil yang terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi. Tutang menunggu di atas tebing untuk memastikan longsoran, sementara Emut menuju Stasiun Cipendeuy untuk mengamankan keberangkatan kereta Serayu Malam tujuan Purwokerto menuju Pasar Senen. Sementara, Maman berada di jalur kereta yang terkena longsoran. Nahas, saat mengamankan jalur tersebut, ada longsoran susulan yang cukup besar yang juga menimpa Maman.
Akibat longsor perjalanan beberapa kereta api baik dari arah Bandung dan Jawa Timur dan Jawa Tengah menuju Bandung tertunda hampir tiga hingga empat jam. Petugas PT KAI dibantu Kepolisian Resor Kota Tasikmalaya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya pun langsung melakukan evakuasi, hingga jalur kereta api bisa kembali dilalui sekitar pukul 04.45 WIB.
“Pertama, kami mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya karena banyak Kereta Api yang tertahan. Kedua kami juga mengucapkan duka sedalam-dalamnya karena ada petugas kami yang menjadi korban longsor saat menjalankan tugasnya. Begitu Maman, tertimbun, kami langsung evakuasi, dan bersihkan longsoran,” kata Pranoto.
Kepala Polsek Kadipaten Tasikmalaya Hima Rawalasi mengatakan, korban longsor langsung dievakuasi dan di bawa ke Puskesmas Lambau, Ciawi. Rekan korban lainnya dalam kondisi selamat, karena dapat menyelamatkan diri. “Rekan lainnya ada yang membersihkan material dan mengalirkan air agar tidak menggenang, tiba-tiba tanahnya ambruk,” ucap Hima.
Kepala PT KAI Daop 2 Bandung Saridal yang juga langsung mengecek lokasi kejadian mengatakan, Jalur kereta api selatan memang termasuk daerah rawan bencana longsor karena berada di bawah tebing. Setidaknya ada 172 pertugas penjaga daerah rawan bencana yang bertuga mengamankan titik rawan bencana.
Ditemui terpisah, Kepala Stasiun Tasikmalaya Toni Haryanto menyebutkan, beberapa kereta api sempat tertahan di Stasiun Tasikmalaya. Kereta itu yakni KA Kahuripan tujuan Kediri-Kiaracondong, Lodaya tujuan Solo-Bandung, dan Turangga tujuan Surabaya-Bandung tertahan kurang lebih dua hingga tiga jam.
“Kalau dari Bandung yang cukup lama tertahan KA Kutojaya Selatan, keterlambatannya sekitar 401 menit. Tidak ada pengalihan penumpang ke jalur darat, karena bisa teratasi,” ucap Toni.





