MEDAN – Kerusuhan yang terjadi di Desa Huta Pardomuan Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Snein (19/9/2016) malam telah merusak empat rumah warga.
Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Rony Samtana mengatakan belum mendata pemilik rumah maupun pelaku perusakan dalam kerusuhan tersebut.
“Saat ini anggota sedang mengumpulkan laporan dan mendata,” kata Rony, kepada Antara, Selasa (20/9/2016).
Menurut Rony, kerusuhan itu berawal dari kedatangan sekelompok masa yang menyerang warga Desa Huta Pardomuan pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB. Salah seorang pemilik rumah yang dirusak bermarga Nainggolan mengatakan massa yang melakukan penyerangan tersebut membawa batu dan kayu.
Kelompok yang melakukan penyerangan dan merusak rumah warga yang ada di Desa Huta Pardomuan Kecamatan Sayurmatinggi.
“Mereka langsung merusak rumah kami, melempari kaca rumah menggunakan batu dan kayu ” ucap Nainggolan.
Ia mengatakan warga Desa Huta Pardomuan terpaksa bersembunyi di dalam rumah karena merasa ketakutan atas penyerangan tersebut. Hingga saat ini, situasi di Desa Huta Pardomua masih dalam kondisi mencekam, tetapi personel dan dari TNI-Polri telah turun untuk melakukan pengamanan.





