Malaysia Berlakukan Kebijakan Pecat Karyawan yang Bermain Pokemon Go

Ilustrasi bermain Pokemon Go/ macitynet.it

Kuala Lumpur-Permainan online berbasis aplikasi seperti Pokemon Go tengah melanda semua kalangan sejak pertama kali diluncurkan, tidak terkecuali di Malaysia. Namun, bagi para pekerja di negeri jiran, hal itu bisa beresiko dipecat dari tempat pekerjaan.

Sebuah survei dari Federasi Pekerja Malaysia (MEF) menemukan kasus PHK terhadap pekerja yang menyalahgunakan waktu kerja untuk bermain online.

Seperti dilansir The Sunday Star, Rabu (28/9) sebanyak enam perusahaan telah memecat sejumlah karyawannya karena kedapatan bermain game yang mengharuskan pemainnya keliling sambil mencari-cari monster dalam dunia maya yang dibuat seolah nyata dengan kehadiran fitur geolokasi dan virtual reality tersebut.

Direktur Eksekutif MEF, Datuk Shamsuddin Bardan menemukan dari hasil survei bahwa sekitar 4 persen dari 150 perusahaan yang disurvei mengakui bahwa karyawan yang menggunakan waktu kerjanya dengan berlebihan guna bermain game telah terkena PHK.

Tindakan lain yang dilakukan perusahaan adalah dengan memberikan surat peringatan jika bermain dalam jam kerja, dan merumahkan karyawan tanpa gaji dalam waktu tertentu.

Mayoritas perusahaan juga telah melarang karyawan untuk menggunakan aplikasi Pokemon Go selama waktu kerja selain melarang keras penggunaan akun e-mail kantor dipakai mendaftar untuk bermain game itu.

Sebanyak 25 persen atasan juga kerap menemukan stafnya bermain permainan itu di waktu kerja.

“Sebanyak 11 persen dari perusahaan yang disurvei mengklaim bahwa karyawannya menggunakan waktu lebih lama untuk makan siang karena permainan itu,” ungkap Shamsuddin.

Dari 150 perusahaan yang berpartisipasi, separuhnya bergerak di bidang manufaktur, sementara yang lainnya bergerak di sektor industri lain.

Untuk menekan antusiasme karyawan dan godaan bermain game saat kerja, bahkan 54 persen dari perusahaan mengajukan keberatan kepada penggagas game asal Jepang itu, yaitu Niantic Labs supaya PokeStop dan Gyms yang berada dekat lokasi kerja mereka dapat ditutup.

Direktur perusahaan event, Syafiq Nizar Razi melihat bermain Pokemon Go dan yang sejenis di jam kerja adalah sangat tidak profesional.

“Karyawan seharusnya profesional juga dan peringatan sebaiknya diberikan bagi mereka yang belum bersikap demikian. Tetapi, jika masih bersikeras menolak kebijakan perusahaan maka PHK nampaknya adalah sesuatu yang sangat wajar,” tukas Syafiq.

Advertisement