Waspada, Ombak di Perairan Ujung Kulon Naik Sampai 2 Meter

Ilustrasi/Surya

PANDEGLANG-Cuaca ekstrem yang tidak menentu menyebabkan ombak di perairan Ujung Kulon naik hingga 2 meter.

Akibatnya membuat kunjungan wisata ke pulau Peucang menjadi sepi akibat cuaca buruk dan tidak menentu.

Dengan kondisi itu, petugas Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon juga enggan membawa wisatawan yang ke pulau Peucang. “Sekitar tiga hari lalu rombongan Bupati Pandeglang, Irna Narulita yang hendak ke Pulau Pecang seusai peringatan Rhino Day terpaksa batal, karena penyeberangan menuju pulau tersebut tidak bisa dilalui. Penyebabnya, tidak lain karena cuaca buruk yang menyebabkan ombak perairan Ujung Kulon naik hingga dua meter,” kata salah seorang warga seperti dilansir PR,Rabu (28/9).

Kondisi perairan yang tidak bersahabat menggunakan kapal motor wisata, rombongan bupati hanya bisa melihat lokasi pakan badak dan tempat pemagaran badak cula satu.”Bukan saja wisatawan yang terhambat ke pulau Peucang, nelayan wilayah Sumur pun enggan untuk melaut saat ombak sedang naik,” katanya.

Mantan petugas Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Enjat membenarkan dalam sebulan ini kondisi ombak di perairan Ujung Kulon naik. Meski kondisi ini terjadi tidak menentu.”Cuaca buruk membuat kunjungan wisata pulau sepi. Bahkan, nelayan lokal juga terpaksa mogok melaut,” katanya. Pihaknya mengimbau para wisatawan untuk tidak memaksakan kunjungan wisata ke pulau saat hujan deras disertai petir. “Otomatis, hujan deras kondisi ombak pun naik. Kapal motor yang beroperasi juga menjadi tidak stabil saat melaut dengan kondisi ombak naik,” ujarnya.

Selain perairan Ujung Kulon, ombak di wilayah perairan Panimbang juga naik. Sebagian nelayan yang menggunakan kapal motor ukuran kecil terpaksa mogok melaut.”Kalau nelayan kapal besar sih ada saja yang melaut, meski mereka akhirnya tidak mendapatkan hasil tangkapan ikan yang memuaskan,” kata anggota dewan asal Panimbang,.

Advertisement