JAKARTA, KBK – Tumbuh suburnya kelas menengah ditambah kesadaran keagamaan yang menguat, membuat kegiatan filantropi Indonesia berpotensi menerima pemasukan hingga Rp 12,45 Triliun per tahun.
Timotius Lesmana Ketua Badan Pengurus Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) dalam keterangan persnya mengatakan, banyak kegiatan yang dapat dibuat dari filantropi salah satunya penelitian dan pemberdayaan kalangan marjinal.
“Seperti untuk penelitian, kami dengan PIRAC bekerjasama bidang penelitian,” kata Timotius dalam jumpa pers festival filantropi di Jakarta, Rabu (29/09/16).
Berdasarkan data yang dihimpun Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC) tren dan pendapatan filantropi meningkat dua kali lipat sepanjang 2014.
Dimana sumbangan dari perusahaan mencapai Rp 12,45 Triliun atau meningkat dari tahun 2013 yang hanya Rp 8,6 Triliun.
Selain itu PIRAC juga mencatat kegiatan filantropi paling besar berasal dari sektor perdagangan dan investasi.
“Belum lagi kegiatan filantropi dari sektor keagamaan seperti Dompet Dhuafa,” jelas Timotius.
Hamid Abidin Direktur Eksekutif PFI menambahkan kegiatan filantropi yang dilakukan lembaga keagamaan juga mampu mempromosikan toleransi di Indonesia.





