BPBD Bojonegoro: Waspada Banjir Bandang

Ilustrasi

BOJONEGORO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mewaspadai ancaman banjir bandang yang ditimbulkan sejumlah sungai di daerah itu karena meningkatnya intensitas hujan.

Kepala BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo mengatakan, “Kewaspadaan menghadapi ancaman banjir bandang dari sejumlah sungai kami tingkatkan, sebab kondisi sungai yang ada sekarang penuh terisi air,” katanya, Selasa (4/10/2016).

Ditambahkannya, dengan kondisi daya tampung sungai penuh maka rawan menimbulkan banjir bandang apabila terjadi hujan deras.

Apalagi, lanjut dia, daya tampung Bengawan Solo di daerahnya juga penuh karena ketinggian di Bojonegoro mencapai 13,72 meter (siaga I), Selasa pukul 06.00 WIB.

“Ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro stabil. Tapi sesuai prakiraan cuaca, curah hujan di daerah kami tinggi dalam beberapa hari ke depan,” ucapnya.

Karenanya ia meminta masyarakat yang pemukimannya berada di dekat sungai meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi kemungkinan ancaman banjir bandang.

“Kalau memang sewaktu-waktu terjadi banjir bandang warga harus segera mencari tempat yang aman,” katanya.

Ia menyebutkan sejumlah sungai di daerahnya yang rawan menimbulkan banjir bandang, antara lain, Kali Temayang yang melintas di Kecamatan Temayang, Kali Semar Mendhem di Kecamatan Baureno, dan Kali Kening di Tuban. Sejumlah sungai di daerahnya yang rawan menimbulkan banjir bandang airnya semuanya bermuara masuk ke Bengawan Solo.

“Daya rusak banjir bandang lebih besar dibandingkan banjir luapan Bengawan Solo,” ucap Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sukirno.

Sesuai pemetaan BPBD menyebutkan ada 36 desa yang rawan dilanda banjir bandang yang lokasinya di Kecamatan Kecamatan Temayang, Tambakrejo, Kepohbaru, Kedewan, Kanor, GOndang, Kasiman, Baureno, Malo, Sekar dan Dander.

“Daerah selatan Bojonegoro seperti di Kecamatan Temayang, paling rawan dilanda banjir bandang,” ujarnya.

Sebelumnya, ia juga menjelaskan berbagai persiapan dalam menghadapi adanya ancaman banjir bandang, tanah longsor dana ngin kencang sudah dilakukan, bahkan seluruh desa/kelurahan (430 desa/kelurahan) sudah diinstruksikan untuk mengantifkan tim penanggulangan bencana. Demikian dikutip dari Antara.

Advertisement