SIDOARJO – Banjir masih merendam Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sejak Minggu (9/10/2016)elumnya, karenanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan membangun tiga dam tambahan dengan ukuran besar.
Sebelumnya, Sidoarjo telah memiliki 49 dam berukuran besar maupun kecil. Namun jumlah itu tak cukup menghindarkan Sidoarjo dari banjir.
“Rencananya akan ada penambahan tiga dam besar di tiga titik,” kata Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Sidoarjo, Fatchur Rachman, Selasa (11/10/2016).
Rencananya dam dibangun di bawah tol jembatan layang Tambak Oso Waru. Lokasi itu menjadi pertemuan Sungai Bulubendo dan Sungai Buntung.
Dam kedua dibangun di Kemambang, Kota Sidoarjo. Dimana Kemambang merupakan pertemuan Sungai Sidokare dan Sungai Pucang. Terakhir, dam dibangun di Desa Penatar Sewu, Kecamayan Tanggulangin.
Menurutnya Pemkab fokus menangani banjir dengan mengalokasikan anggaran Rp8 miliar pada APBD Perubahan 2016. Fatchur Rachman berencana menggunakan anggaran untuk memperbaiki pintu air.
Selain itu, Pemkab telah menormalisasi beberapa sungai. Di antaranya Sidokare, Pucang, Semambung, Wilayut, Gedangan, Balong Bendo, dan Kaliporong.
“Sebenarnya normalisasi masih berjalan. Seperti di Sungai Ketegan dan Buntung,” lanjutnya.
Diakuinya, penyebab banjir yang melanda sejumlah kawasan di Sidoarjo akibat faktor alam. Curah hujan di Sidoarjo cukup tinggi. “Tak bisa dipungkiri lagi curah hujannya sangat tinggi,” ungkap nya, dilansir Metrotvnews.
Banjir yang sudah memasuki hari ketiga ini telah mengakibatkan jalan nasional yang menghubungkan Surabaya-Mojokerto terendam dan membuat lalu lintas lumpuh.





