Pengungsi Banjir Sampang Tinggal di Emperan Toko

Ilustrasi Pengungsi banjir Sampang tidur di emperan toko dengan alas seadanya/ limadetik.com

MADURA – Para pengungsi banjir Sampang memadati emperan toko di dataran tinggi tak jauh dari rumahnya untuk dijadikan tempat tinggal sementara.

Bukan hanya orangtua saja yang nekad tidur di emperan toko dengan alas seadanya, namun balita pun ikut tidur disana.

“Jumlah pengungsi sampai saat ini ada 152 KK. Sebagian tinggal di emperan toko dan ada yang tinggal di masjid,” kata Wisnu Hartono, Kepala BPBD Sampang, Kamis (13/10/2016).

Menurutnya, kenyataan tersebut bukan dikarenakan pemerintah tidak peduli, namun para pengungsi banjir itu enggan untuk dipindah ke lokasi pengungsian yang telah disediakan oleh pemerintah. Alasannya, agar tidak jauh dari rumahnya, karena mereka khawatir terjadi penjarahan harta benda di rumahnya yang ditinggalkan.

“Meraka para pengungsi ini tidak mau dipindah ke lokasi pengungsian di pendopo, alasan mereka karena ingin menjaga harta bendanya,” tegasnya, seperti dilansir beritajatim.

Diketahui, selama empat hari berturut-turut, sebanyak 152 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di daerah terdampak, seperti di Jalan Delima, Jalan Kenari, dan Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Delpenang, terpaksa harus mengungsi dan mencari tempat aman dari banjir luapan Sungai Kemuning.

Hingga saat ini, banjir luapan sungai Kemuning mulai surut. Namun, sejumlah kawasan seperti di Desa Gunung Madah banjir masih sedalam 50 cm hingga 80 cm. Tak hanya itu, arus lalulintas masuk kota Sampang, masih dialihkan ke jalan alternatif.

Advertisement