Delapan Kecamatan di Pekalongan Rawan Longsor, Warga Pegunungan Harus Waspada

Ilustrasi Longsor/ Foto: Okezone.com

PEKALONGAN – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko, mengimbau masyarakat di wilayah pegunungan waspada disaat memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi.

Imbauan tersebut dikeluarkan seiring dengan ditetapkannya delapan Kecamatan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang rawan longsor di musim penghujan saat ini. Dalam kurun waktu sepekan, setidaknya dua longsor terjadi di wilayah Pekalongan bagian selatan.

Berdasarkan kajian Badan Geologi Bandung, ada delapan kecamatan di wilayah atas Kabupaten Pekalongan diprediksi memiliki potensi longsor menengah hingga tinggi.

Delapan kecamatan itu diantaranya Kecamatan Paninggaran, Petungkriyono, Lebakbarang, Kadangserang, Kesesi, Kajen, Doro, dan Karanganyar. “Akibat hujan lebat beberapa hari kemarin, sudah ada dua kejadian longsor hingga menutup akses jalan utama antarkecamatan dan kabupaten,” katanya, Minggu (16/10/2016).

Ia menjelaskan hujan deras yang terjadi pada Minggu, 9 Oktober lalu telah mengakibatkan tebing setinggi 10 meter di tepi jalan kabupaten yang menghubungkan akses Desa Sidomulyo ke Timbangsari di Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan longsor. Akibatnya, akses jalan utama menuju ke Desa Timbangsari dari pusat ibukota kecamatan di wilayah pegunungan ini sempat terputus total.

Selain tebing jalan yang longsor, di Desa Timbangsari juga terjadi longsor talud pengaman rumah warga. Longsor mengakibatkan tiga rumah warga rusak ringan. “Tidak ada korban luka dalam kejadian ini, hanya bagian rumah yang rusak ringan,” tambahnya, dikutip dari metrotvnews.

Sementara longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan. Akses jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Paninggaran dengan Lebakbarang di Desa Kaliombo, Kecamatan Paninggaran, tertimbun longsoran.

Advertisement