IRAK – Seorang pejabat senior PBB, wakil sekretasis jenderal untuk urusan kemanusiaan dan bantuan darurat, Stephen O’Brien mengatakan sangat prihatin atas keselamatan warga sipil di Mosul dalam perjuangan untuk merebut kembali kota Irak dari pejuang Negara Islam.
Dilansir AP, Senin (17/10/2016), dalam sebuah pernyataannya ia mnegungkapkan keprihatinan tersebut, “Kondisi terburuknya, sebanyak 1 juta orang mungkin terpaksa meninggalkan rumah mereka,”ungkapnya.
Dia mengatakan warga sipil berada di tengah resiko yang sangat ekstrim, dan terkepung diantara baku tembak. O’Brien mendesak semua pihak melindungi warga sipil dari perang yang dalam hitungan jam akan segera dilakukan Irak terhadap ISIS.
“Menurut hukum kemanusiaan internasional, kita wajib untuk melindungi warga sipil dan memastikan mereka memiliki akses bantuan selayaknya yang mereka butuuhkan,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi telah mengumumkan sebuah operasi yang telah lama ditunggu-tunggu, yakni serangan untuk merebut Mosul setelah dua tahun berada dibawah kontrol ISIS. Sebelumnya, edaran panflet juga tersebar ke rumah-rumah warga sebagai bentuk imbauan agar warga tidak panik atas operasi yang akan segera dilancarkan.





