NEW YORK – Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB dalam waktu dekat memulai menelisik khusus dan independen soal dugaan kejahatan perang di Aleppo, Suriah. Resolusi Dewan HAM PBB ini mengisyaratkan menyalahkan Rusia, rezim Suriah, dan oposisi bersenjata atas kematian sebagian besar warga sipil di Aleppo.
Resolusi itu diperkenalkan oleh Inggris, Amerika Serikat dan negara-negara Arab sekutu AS. Draft resolusi disetujui melalui voting, di mana Rusia dan China menentang draft tersebut.
Dewan HAM PBB telah meminta agar Komisi Penyelidik Internasional melakukan penyelidikan khusus dan independen yang luas terkait peristiwa di Aleppo. Dewan juga juga tubuh para korban di Aleppo diidentifikasi dan membawa pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan.
”Kota kuno Aleppo, tempat peradaban milenium dan keindahan, saat ini jadi rumah jagal. Lokus yang mengerikan, sakit dan menakutkan,”begitu bunyi pernyataan Dewan HAM PBB yang diterbitkan di situs Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, dikutip Sabtu (22/10/2016).
”Pasukan Pemerintah (Suriah) dan sekutunya bertanggung jawab atas mayoritas korban sipil di Aleppo Timur,” sambung pernyataan Dewan HAM PBB.
Pertempuran itu telah membagi kota Aleppo menjadi dua bagian. Wilayah Aleppo Barat dikuasai pasukan Pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sedangkan Aleppo Timur dikuasai kelompok militan.
Dokumen resolusi itu juga menekankan kebutuhan mendesak untuk melaporkan kasus Aleppo ke Mahkamah Pidana Internasional. Tujuannya, agar semua pihak yang bersalah bertanggung jawab atas kejahatan HAM.
”Di Aleppo, harus ada gencatan senjata segera, berkepanjangan dan mencakup segala hal untuk mengaktifkan (penyaluran) bantuan kemanusiaan kepada semua yang membutuhkan,” imbuh pernyataan Dewan HAM PBB.





