PCIS – Kamp-kamp imigran yang ada di Paris akan ditutup oleh Presiden Prancis Francois Hollande setelah sebelumnya pemerintah memindahkan 5000 orang ke utara Prancis untuk mengatasi krisis migran.
“Kami tidak bisa membiarkan kamp-kamp di pinggir jalan paris, tidak layak. Kami akan mengevakuasinya, karena tidak akan menjadi solusi jangka panjang,” katanya seperti dilansir AP, Sabtu (29/10/2016).
Menurutnya Kamp migran terus menerus tumbuh di Paris meski sudah dibersihkan. Pemerintah daerah Paris mengatakan 19.000 migran telah dipindah ke perumahan sementara sejak Juni 2015.
Dalam upayanya mengakomodir para migran, Hollande juga meminta Inggris untuk membantu migran di bawah umur di Calais, sebuah kota pelabuhan yang telah lama menjadi magnet wisatawan dari Timur Tengah dan Afrika.
Namun Hollande membantah jika ia mengkawatirkan penutupan kamp Calais pekan ini akan mendorong pendatang untuk tinggal di Paris, terutama dekat stasiun bawah tanah.
Hollande menegaskan Prancis akan menampung pencari suaka dan mendeportasi mereka tanpa hak untuk suaka. Para migran di Calais dan Paris termasuk pengungsi perang serta orang-orang yang melarikan diri dari kemiskinan untuk mencari pekerjaan.





