NEW YORK – Kepala bantuan PBB, Stephen O’Brien, mengatakan dia sangat prihatin atas keselamatan warga sipil di Mosul dan perlindungan warga sipil harus diperhatikan dari aksi militer di Irak.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mewakili pernyataan O’Brien, “Warga sipil yang ingin meninggalkan zona konflik harus diperbolehkan dengan akses perlindungan dan bantuan di daerah-daerah yang lebih aman.” ujarnya, seperti dilansir Xinhua, Rabu (2/11/2016).
O’Brien memperbaharui seruannya pada semua pihak untuk menempatkan perlindungan warga sipil di pusat semua aksi militer, dan mematuhi kewajiban mereka menurut hukum kemanusiaan internasional.
“Dengan berjuang ditengah pertempuran yang berlangsung di dalam kota Mosul, komunitas kemanusiaan mengulangi seruannya untuk kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional dan perlindungan warga sipil,” kata Dujarric.
Lebih dari 17.900 orang mengungsi sejak 17 Oktober karena operasi Mosul yang sedang berlangsung. “Sebuah peningkatan yang signifikan harus diantisipasi dalam beberapa hari mendatang, dan membuka rute untuk warga sipil melarikan diri, sementara pertempuran masih berlanjut di sekitarnya.”
Pasukan keamanan Irak telah merebut kembali beberapa desa pada minggu lalu dari militan ISIS, sebagai bagian dari serangan besar yang ditujukan untuk membebaskan kota Mosul.
Mosul, wilayah yang berada sekitar 400 km utara ibukota Irak, Baghdad, telah di bawah kontrol ISIS sejak Juni 2014, ketika pasukan pemerintah Irak melarikan diri dan akhirnya membuat ISIS mengambil kendali dari bagian wilayah utara dan barat Irak.





