MEDAN – Tahun 2017 nanti, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan seluruh pengungsi korban erupsi Gunung Api Sinabung di Kabupaten Karo harus sudah direlokasi ke rumah hunian sementara (huntara) atau hunian tetap untuk mereka tahun depan.
Paling tidak, di kwartal 1 tahun 2017, menjadi waktu terakhir bagi para korban di pengungsia. Hal tersebut dikatakan Gubernur Sumut Tengku Erry dalam kunjungannya ke Posko Pengungsian di Jalan Kiras Bangun Kecamatan Simpang Empat, Kabanjahe.
Erry menegaskan pihaknya sudah meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kabupaten Karo dan pihak terkait dapat segera merealisasikan pemindahan para pengungsi yang sudah menderita bertahun-tahun hidup di posko pengungsian.
“Pemerintah pusat sudah menyediakan anggarannya, tinggal daerah yang mengatur pelaksanaannya. Saya harap Pemda dapat dengan sebaiknya dan sesegera mungkin memindahkan para pengungsi ke huntara atau hunian tetap,” ujar Erry, Kamis (3/11/2016), dilansir Okezone.
Saat ini jumlah desa yang ada di Posko Pengungsian sebanyak sembilan desa atau 1.682 KK yang tersebar di sembilan titik posko pengungsian yang disiapkan oleh Pemkab Karo.
“Masih cukup banyak pengungsi yang ada di tempat penampungan kita berharap segera dibangun huntara dan hunian tetap. Informasi yang kita dapat dalam minggu ini Huntara akan dikirim oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan akan segera dibangun,” kata Erry.
“Saya terima informasi dalam minggu ini Huntara dikirim dan akan dibangun. Kita harapkan sampai bulan Desember, Huntara sudah jadi,” imbuhnya.





