JAKARTA (KBK) – Tiupan angin malam dan gelapnya trotoar pejalan kaki di depan Hotel Shangrila, Jakarta Pusat tak menggetarkan hati Musa untuk menjemput rezeki. Dengan hanya dtemani lampu pelita kakek berusia 86 tahun itu siap menyambut pesepeda motor yang membutuhkan jasanya sebagai tukang tambal ban.
Karina Putri salah seorang netizen yang memakai jasanya dan mengunggah secuil kehidupan Musa ke akun Facebook Ketimbang Ngemis Jakarta mengungkapkan, peralatan tambal ban yang dimiliki Musa sangat sederhana. Sampai-sampai Karina mesti ikut membantu memegang selang pompa supaya tak terlepas.
“Waktu si kakek isi angin ban motor saya pake pompa yang biasa buat ban sepeda jadi sedih liatnya, Kakek juga minta tolong saya buat neken selang pompanya di ban motor karena kakek bilang suka lepas,” kata Karina dalam unggahannya.
Bersama sepeda kecilnya setiap malam Musa rutin duduk sambil menunggu, dikatakan Karina baju dan topi yang dikenakan Musa pun tak pernah ganti. Setiap Karina melintas, ia selalu mendapati Musa mengenakan kemeja krem yang serupa dengan hari sebelumnya.
Namun siapa sangka kakek yang bertempat tinggal di bilangan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat itu merupakan salah satu mantan arsitek diera Presiden Pertama RI Soekarno. Hal itu mencuat ketika Karina mulai menyelami sedikit latar belakang musa.
“Musa, nama saya musa, dulu saya arsiteknya Soekarno waktu bangun Hotel Indonesia tahun 60-an itu saya arsiteknya. Saya (mangkal) di sini sebelum gedung-gedung ini dibangun neng,” kata Musa kepada Karina sambil menunjuk-nunjuk gedung di seputar Hotel Shangrila.
Kendati daya dan upaya Musa sewaktu muda memberikan kontribusi yang besar kepada negara namun dimasa tuanya kehidupan Musa masih jauh dari kata sejahtera. Di usianya yang makin senja sudah seyogyanya Musa menikmati hidup bersama keluarga di rumah. Namun dengan semangat perjuangan Musa tetap banting tulang untuk sekedar menyambung hidup.
“Semoga berkah dan lancar rezekinya kek. Amin Ya Mujib,” tulis Karina sebagai penutup.





