PILANG (KBK) – Lebih dua bulan warga Pilang, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah tidak beraktivitas mencari nafkah, karena kabut asap yang melingkupi kawasan ini tak juga hilang.
Apalagi lahan pertanian mereka juga terbakar. Kini sudah hampir 90 persen lahan karet yang diperkirakan ribuan hektar ikut terbakar. Masyarakat berusaha perang dengan api namun tidak mampu karena keterbatasan peralatan, ” jelas Kepala Desa Pilang, Leison kepada KBK, Rabu (21/10/2015), di Pilang.
Pak Kades tidak tahu sampai kapan hencana ini akan berlalu, yang jelas masyarakat sudah gelisah. “Anak-anak tidak bisa sekolah, orang tua mereka tidak bisa mencari nafkah. Sementara kami tidak tahu, kapan berakhirnya bencana ini,” keluhnya.
Dikatakan Leison, bantuan pemerintah belum datang untuk warga Pilang, baru DMC Dompet Dhuafa yang membawa tim medis LKC Dompet Dhuafa yang datang mengobati warga yang sakit.
“Sebelumnya tim Dongeng #MelawanAsap, juga dibawa DMC untuk menghibur anak-anak kami. Agar tak trauma karena bencana ini,” jelasnya.
Kades Leison berharap, segera ada solusi untuk bencana ini, agar warganya yang berjumlah 1.700 jiwa segera hidup normal dan orang dewasa dapat beraktivitas kembali.
“Kini terus terang bingung bagaimana memberi makan keluarga karena aset kebun karet sudah terbakar, dan butuh waktu bertahun-tahun untuk membesarkan kembali,”terang Leison.





