BANYUWANGI – Pendaki Gunung Ijen asal Jembrana Bali, I Putu Deni Krosiawan (20) meninggal dunia di Puncak Gunung Ijen, Kamis (10/11/2016).
Made Dwi Raditya, salah satu anggota pendaki mengatakan bahwa mereka berempat, termasuk Oci, sapaan akrab I Putu Deni Krosiawan, berangkat dari Jembrana sore pukul 4 WITA, Rabu (9/11/2016).
Sebelum berangkat, mereka menyempatkan diri beristirahat di rumah almarhum selama 2 jam. Menurut Made, saat itu justru Oci pergi keluar rumah dan tidak ikut beristirahat. Niat berlibur 4 mahasiswa semester 5 Fakultas Hukum Undiknas Bali
Saat mendaki Gunung Ijen, Made mengatakan jika Oci terlihat energik dan berjalan sangat cepat. Ketika kawan-kawannya belum sampai separo perjalanan naik dari Kawah Api Biru Ijen, Oci telah sampai di atas. ( Baca Juga: Pendaki Ilegal Asal Malaysia Tewas di Gunung Rinjani )
Maklum saja, Oci telah mendaki gunung setinggi 2.443 meter tersebut sebanyak 7 kali. Oci yang seorang pecinta alam bahkan dan telah menaklukkan semua gunung di Pulau Dewata.
Namun tiba-tiba sekitar pukul 07.00 WIBÂ Oci jatuh tengkurap dan mencakar-cakar tanah. “Saya kira dia terlalu senang jadi bertingkah seperti orang kerauhan (kesurupan red),” ucap Made, seperti dilansir Times Indonesia.
Namun setelah sadar Oci pingsan, Made dan ketiga kawannya segera mencari pertolongan kepada para penambang belerang. Bahkan Oci yang kukunya telah membiru sempat mendapatkan pertolongan pertama dari turis asing yang juga tengah mendaki.
“Oci tetap tidak sadar. Lalu kami bawa Oci memakai troli belerang turun ke pos parkiran,” tutur Made.
Sayangnya Oci telahmeninggal duni dan kini jenazah almarhum berada di Kamar Mayat RSUD Blambangan, Banyuwangi. Berdasarkan informasi dari Made, keluarga almarhum dalam perjalanan ke Banyuwangi.
Kejadian ini telah ditangani Kepolisian ini dalam tahap menunggu hasil otopsi.





