WELLINGTON – Evakuasi pertama pengungsi untuk meninggalkan kota yang terisolasi oleh gempa, Kaikoura, sudah dilaksanakan Rabu kemarin (16/11/2016).
Kapal Logistik Angkatan Laut, Selandia Baru, HMNZS Canterbury, Rabu telah berlabuh di pelabuhan Lyttelton, dekat Christchurch, dan mengevakuasi 390 pengungsi dari Kaikoura.
“Kapal diharapkan tiba sekitar pukul 11 malam, tergantung pada kondisi cuaca di Kaikoura,” kata Menteri Pertahanan Sipil Akting Gerry Brownlee mengatakan dalam sebuah pernyataan.
“Sejauh ini Angkatan Pertahanan Selandia Baru (NZDF) telah mengevakuasi sekitar 600 orang dari Kaikoura. Hari ini beberapa kapal dari negara lain termasuk (Angkatan Laut AS) USS Sampson – akan tiba di lepas pantai Kaikoura, dan siap dimobilisasi bila diperlukan,” tambahnya.
Pesawat C-130 Hercules Milik Angkatan Udara Selandia Baru mengangkut generator, sistem pemurnian air untuk kapasitas 5.000 liter air untuk warga Kaikoura, Rabu.
Empat Helikopter NH90 juga dikerahkan untuk menyelamatkan 200 orang pada hari Selasa dan telah mengirim banyak bantuan darurat.
Gempa tersebut menewaskan dua orang, namun menjebak 1.000 turis di Kaikoura, yang terkenal dengan pemandangan pantai dan kegiatan menyaksikan ikan paus.
Pemerintah Selandia Baru, kata Brownlee, telah mengumumkan gempa mematikan Senin ternyata berkisar 7,5 SR – 7,8 SR.
Dikatakannya, Lembaga GNS Sains telah mengkaji ulang data gempa yang melanda hanya yang hanya berlangsung setelah tengah malam Senin itu, dari stasiun pemantauan di seluruh negeri.
Seperti dibeitakan Xinhua, rute jalan selatan ke Kaikoura, yang terputus akibat tanah longsor besar-besaran setelah gempa, diperkirakan akan dibersihkan akhir pekan, namun polisi akan mengontrol akses tersebut sampai dibuka kembali.





