500 Karyawan Bandara O’Hare Rencana Mogok Kerja

Kisha Rivera, petugas pembersih pesawat terbang, adalah di antara kelompok pekerja bandara yang berbasis di Bandara Internasional O'Hare yang akan mogok kerja meminta upah US$15 per jam. Rivera difoto 17 November 2016, di kantor Service Employees International Union di Chicago. (John J. Kim / Chicago Tribune)

CHICAGO (KBK) – Ratusan pekerja O’Hare International Airport, Chicago memilih mogok kerja menjelang liburan Thanksgiving.

Pejabat Layanan Karyawan International Union Local 1 pejabat mengatakan, Kamis (17/11/2016), bahwa sekitar 500 pekerja telah berkomitmen untuk mogok. Juru bicara serikat buruh bandara itu Izabela Miltko-Ivkovich mengatakan, mogok kerja pasti akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang, meskipun ia tidak menjelaskan hari akan dimulainya mogok tersebut.

“Mereka tidak berniat menutup bandara,” kata Presiden SEIU Lokal 1, Tom Balanoff, menurut Chicago Sun-Times.

Balanoff mengatakan, para pekerja mogok agar suara mereka didengar.

Para pekerja yang mogok di antaranya di bagian penanganan bagasi, pembersih kabin, petugas kebersihan dan petugas kursi roda. Mereka menuntut tambahan upah $15 per upah jam.

Departemen Penerbangan Chicago mengatakan, mereka belum mengantisipasi gangguan dalam pelayanan jika mogok ini terjadi.

Robert Mann, seorang analis industri penerbangan dan mantan eksekutif maskapai, mengatakan, banyak yang tergantung pada semua jenis pekerjaan di bandara.

Dikutip dari ABCNews, Bandara O’Hare memiliki 190 pintu masuk dan merupakan bandara penghubung antara penerbangan Amerika dan Inggris.

Advertisement