INDIA – Keadaan tiba-tiba berubah dimana orang-orang kaya berbuat baik pada orang miskin untuk merayu mereka sebagai langkah menghindar dari tindak pencucian uang yang termasuk dalam perbuatahn korupsi.
Diketahui, pemerintah India pekan ini memberlakukan larangan edar bagi sejumlah nominal mata uang. Hal tersebut diberlakukan untuk mengurangi tindak pidana korupsi dan penghindaran pajak.
Salah seorang sopir, Rahul Sharma, bercerita, “Saya kaget tiba-tiba majikan baik. Padahal biasanya dia saja tidak pernah mau mengingat namaku. Ia memintaku mendepositokan uang senilai INR250 ribu (setara Rp49 juta) ke rekeningku,”ungkapnya, seperti diberitakan Independent, Sabtu (19/11/2016).
Para pengamat sudah memprediksi bahwa pihak yang terdampak paling parah dengan kebijakan Perdana Menteri Narendra Modi itu adalah dokter, pengacara, dan pengusaha properti. Mereka biasanya hanya mau dibayar dengan uang tunai untuk menghindari pajak dan menyimpan uang tersebut dalam rekening bank di luar negeri.
Kepanikan langsung muncul di seantero India. Salah satunya adalah seorang petani bernama Kandukuri Vinoda yang bunuh diri. Perempuan berusia 55 tahun itu memiliki tabungan berjumlah besar dalam pecahan 1.000 dan 500 rupee yang kini tidak berlaku lagi. Pemerintah kini menerbitkan uang rupee dalam pecahan 500 dan 2.000 seri Mahatma Gandhi baru sebagai pengganti uang kertas lama.





