CIANJUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jabar, akan menjadikan seluruh desa di Cianjur menjadi desa tanggap bencana meskipun harus dilakukan bertahap setiap tahun.
Pembentukan desa tanggap darurat dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan warga agar dapat meminimalisir jatuhnya korban jiwa saat bencana terjadi. Sedangkan akan dilakukan secara bertahap karena anggaran yang terbatas.
Kepala BPBD Cianjur, Asep Suparman di Cianjur, mengatakan saat ini di Cianjur sudah dibentuk desa tanggap bencana seperti di Desa Mekarmulya, Kecamatan Cikalongkulon.
“Kami akan membuat desa tanggap bencana lainnya tahun depan. Rencananya di setiap desa yang rawan bencana, seperti di Desa Girimukti, Kecamatan Campaka dan beberapa desa di utara yang rawan longsor,” katanya, Kamis (24/11/2016).
Sementara itu pihaknya juga sudah mendata bencana longsor yang menimpa tiga rumah di Kampung Bojonggede, Desa Muaracikadu, Kecamatan Sindangbarang. Pihaknya mencatat dua rumah rusak ringan dan satu rumah rusak berat.
“Kami sudah melakukan pendataan, ketiga rumah yang rusak akibat longsor sedang dilakukan normalisasi sedangkan 13 jiwa penghuninya saat ini, mengungsi di rumah saudaranya. Tim BPBD yang diturunkan selain melakukan pendataan hari ini, juga membawa logistik untuk korban,” katanya.
Dia menambahkan, longsor juga terjadi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Sindangbarang, dimana material longsor sempat menutup jalan penghubung antar desa.    Pihaknya mencatat kawasan tersebut rawan terjadi bencana longsor, namun untuk memastikan akan dilakukan pendatan tingkat kerawanan karena sebagia besar perkampungan dikelilingi tebing yang rawan longsor.
“Tidak hanya di wilayah selatan, sejumlah perkampungan di wilayah utara banyak yang terletak di daerah rawan bencana baik berdampingan dengan tebing atau di pinggiran sungai. Untuk itu kami terus mengimbau warga untuk segera mengungsi jika melihat tanda-tanda akan terjadinya bencana untuk menghindari jatuhnya korban jiwa,” katanya, dikutip dari Antara.





