Krisis Suriah, Dunia Jangan Tutup Mata

Korban tewas di Suriah, Foto: Radiosilaturahim

PARIS—Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault meminta pemimpin-pemimpin dunia untuk tidak menutup mata mereka atas krisis kemanusiaan yang terjadi di Suriah. Untuk itu pertemuan yang akan diadakan di Paris dalam waktu dekat sangat penting untuk menghadapi strategi “Total war” yang diterapkan rezim Assad dan sekutu.

Prancis menuduh Suriah dan sekutunya menggunakan ketidakpastian politik di Amerika Serikat untuk melanjutkan serangan demi serangan terhadap oposisi. Paris pun menyerukan sanksi baru terhadap pemerintahan Assad karena telah menggunakan senjata kimia. Seusai sidang kabinet Rabu (23/11) kemarin, Ayrault menegaskan, pemimpin negara-negara yang menentang Assad akan segera bertemu guna mencari solusi krisis ini.

Sejumlah diplomat Eropa menilai, Assad semakin berani karena janji calon presiden AS terpilih, Donald Trum yang akan membangun hubungan lebih dekat dengan Rusia, sekutu utama Suriah. “Hari ini satu juta orang terkepung, tidak hanya di Aleppo, tapi di Homs, Ghouta dan Idlib, dan itulah realitas situasi di Suriah,” kata Ayrault di Paris, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (25/11/2016).

Ia tidak mengakan secara spesifik pembahasan dalam pertemuan itu, tapi perlindungan warga sipil menjadi prioritas yang mendesak.
 

Advertisement