Dua Badai Tropis Masuk ke Indonesia, Jateng dan Jabar Paling Rentan Bencana

badai tropis
Ilustrasi/ bisnis.com

JAKARTA –  Penyebab cuaca ekstrem di Indonesia adalah masuknya dua badai tropis atau pusaran angin yang berada di kawasan utara dan selatan yang menyebabkan iklim di Indonesia menjadi ekstrem karena perubahan pola awan yang dinamis.

Hal tersebut diungkapkan Pakar perubahan iklim Institut Teknologi Bandung, Armi Susandi, “Cuaca sejak Oktober dinamis. Ini karena dua badai tropis yang mulai masuk ke Indonesia dan akan terus berlanjut sampai Februari 2017,” kata Armi, seperti dilansir Tempo.co, Jumat (25/11/2016).

Menurutnya dua badai tropis tersebut belum pernah masuk ke wilayah Indonesia. Namun, tahun ini, badai tropis itu terus mendekati Indonesia, yang berada di Samudra Hindia dan di atas kawasan Papua.

“Ini gejala yang tidak biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga menyebabkan cuaca ekstrem,” ucapnya.

Armi mengungkapkan, masuknya dua badai tropis tersebut karena pemanasan global, sehingga terjadi penekanan yang sangat ekstrem terhadap iklim di Indonesia. Sebab, sebelumnya penekanan suhu di Indonesia cukup rendah dan sekarang menjadi tinggi.

“Banjir dan longsor akan terjadi di mana-mana bila tidak diantisipasi,” tuturnya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan, zona merah banjir dan longsor berada di kawasan Jawa dan Sumatra. Selain itu, ada di sebagian Sulawesi dan Maluku.

Wilayah tersebut menjadi sangat berpotensi karena kontur lahan dan tata kota penduduknya yang tidak teratur. Adapun kota yang paling rentan berada di Jawa Tengah dan Jawa Barat. “Nanti, curah hujannya cukup tinggi karena pertumbuhan awan dari ekor badai tadi,” ujarnya.

Ia memprediksi puncak musim hujan akan terjadi sampai Februari 2017. “Yang dapat dipastikan akan terjadi banjir di mana-mana.”

Advertisement